Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tak Ada Wakil Kaltim di Kabinet Merah Putih, Anggota DPR RI Sebut Tokoh Kaltim Harus Bersatu Bangun Komunikasi dengan Presiden

Uways Alqadrie • Senin, 21 Oktober 2024 | 11:52 WIB

Rizal Effendi (foto kiri), Syafruddin (FOTO: IST)
Rizal Effendi (foto kiri), Syafruddin (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, Presiden Prabowo Subianto sudah mengumumkan jajaran kabinetnya. Setelah dilantik untuk memimpin Indonesia selama periode 2024-2029 bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pada Minggu (20/10) malam, Presiden Prabowo memproklamasikan kabinetnya dengan nama Kabinet Merah Putih. 

Jumlahnya pembantunya sebanyak 109 orang. Rinciannya 48 menteri, 5 kepala lembaga dan 56 wakil menteri dan lembaga. Tapi dari nama para menteri maupun wakil menteri tak ada perwakilan dari Kalimantan Timur (Kaltim).

Anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim Syafruddin sebelumnya sangat berharap ada tokoh Kaltim yang dipanggil untuk masuk ke dalam jajaran kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Namun pada faktanya, hingga diumumkan sendiri oleh Presiden Prabowo Subianto, tidak ada nama tokoh Kaltim yang masuk jajaran Kabinet Merah Putih ini. 

“Tapi kembali lagi ke hak prerogatif presiden. Untuk menentukan dan menempatkan tokoh untuk menjadi pembantu beliau. Dan tentu saja belau punya pertimbangan yang matang sehingga tidak memilih tokoh Kaltim, untuk menjadi pembantunya,” katanya kepada Kaltim Post, Minggu (20/10).

Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim ini juga masih berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan kesempatan. Bagi tokoh dari Kaltim untuk membantu di Kabinet Merah Putih untuk lima tahun ke depan. Dengan memberikan kesempatan untuk mengisi jabatan selain kementerian atau lembaga di pemerintahan. 

“Atau bisa jadi beliau menyiapkan pos lain untuk tokoh Kaltim. Karena semua masih dinamis. Bahkan peluang itu masih ada, tinggal sekarang semua tokoh Kaltim kompak bersatu dan terus membangun komunikasi dengan Pak Presiden,” ucapnya.

Selain itu, sebagai perwakilan Kaltim di Senayan, Syafruddin akan terus berkoordinasi sesama tokoh Kaltim lainnya. Termasuk lintas generasi, untuk terus mendiskusikan keberlangsungan dan mengawal kesuksesan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. “Agar tentu saja berdampak positif untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Kaltim,” tutup dia.

Mengutip tulisan mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, dia sempat menulis beberapa nama tokoh yang bisa dipertimbangkan menjadi menteri atau wakil menteri dari Kaltim. Di antaranya Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Prof Dr Abdunnur, yang layak menjadi menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH). 

Atau Rektor Universitas Mulia (UM) Balikpapan Prof Muhammad Ahsin Rifa’i, yang pakar perikanan air tawar. Ada juga direktur jenderal (dirjen) kelahiran Kaltim. Di antaranya Prof Kamaruddin Amin, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag). 

Dia kelahiran Bontang dengan latar belakang pendidikan di Belanda, Mesir, dan Jerman. Juga Dr Muhammad Nurdin. Putra kelahiran Samarinda ini pernah menjadi dirjen di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Sekarang dia menjadi widyaiswara di kementerian tersebut. 

“Saya juga menyodorkan nama Mahyudin, politikus Kaltim yang cukup berpengalaman. Putra kelahiran Tanjung ini, pernah menduduki beberapa jabatan strategis. Di antaranya, bupati Kutai Timur, ketua DPD Golkar Kaltim dan wakil ketua umum DPP Golkar, serta wakil ketua MPR dan wakil ketua DPD RI,” tulisnya pada laman rizaleffendi.id, tanggal 2 September 2024.

Dia pun mengatakan, andaikata nama-nama yang direkomendasikan masih kurang mengena, masih ada dua nama anggota DPR RI. Meski dia bukan kelahiran Kaltim, tapi keterpilihannya mewakili dapil Kaltim. Yaitu Dr Hetifah Sjaifudian, mantan wakil ketua Komisi X DPR RI periode 2019-2024. Dan kini terpilih kembali menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. 

Baca Juga: Ini Dia Profil Budi Santoso, Menteri Perdagangan Baru Era Prabowo-Gibran

Selain itu, ada G Budisatrio Djiwandono, keponakan Prabowo yang menjadi wakil ketua Komisi IV DPR periode 2019-2024. Juga terpilih kembali menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra. 

“Sayang tak ada pihak yang mau memperjuangkan habis-habisan. Saya sebenarnya mendorong DPRD Kaltim untuk bersuara. Meski urusan pengangkatan menteri hak prerogatif presiden, tapi tak ada salahnya kita memberi masukan atau usulan kepada presiden. Biar ada orang Kaltim yang dilirik. Berbagai ormas dan mahasiswa juga tak ada yang berteriak,” kritiknya.

Editor : Uways Alqadrie
#Presiden Prabowo #kaltim #Kabinet Merah Putih