KALTIMPOST.ID, Danau purba yang terbentuk jutaan tahun lalu di Pulau Kakaban, Berau, menjadi habitat ubur-ubur tanpa sengat. Kabar menghilangnya ubur-ubur di laguna atol itu di akhir 2023 tak sepenuhnya benar.
Sejumlah ubur-ubur yang ada di Kakaban, diungkap Subiakto, Penjaga Pulau Kakaban, hanya berpindah ke sisi lain. Pemerintah Kabupaten Berau pun tengah menyiapkan akses lain di sisi lain untuk bisa melihat keindahan atol yang ada di sana. "Tapi belum di buka untuk umum. Masih disiapkan aksesnya," ucapnya, Minggu Sore, 27 Oktober 2024.
Di sisi lain pulau, banyak dijumpai empat jenis ubur-ubur tanpa sengat, Dari Ubur-ubur Emas, Ubur-ubur Terbalik, Ubur-ubur Bulan, dan Ubur-ubur Kotak Kaki-tiga. Sejak kabar menghilangnya keempat Ubur-ubur, Kakaban ditutup dari seluruh aktivitas pelancong.
Hal ini terjadi untuk memastikan agar iklim di Laguna Kakaban bisa steril lantaran selain iklim, menghilangnya mereka juga diduga disebabkan karena tercemarnya air danau dari bahan kimia yang digunakan para wisatawan yang berenang di sana. Dari pelembab hingga tabir surya.
Kapan pulau bisa dibuka, kata Subi, menunggu penetapan resmi dari Pemkab Berau. "Bergantung Pemkab. Kami para penjaga hanya memastikan agar tidak ada yang masuk dulu," pungkasnya.
Diketahui, ketika kabar menghilangnya ubur-ubur di Kakaban, Pemkab Berau bekerja sama dengan sejumlah peneliti untuk menelusuri penyebab migrasinya mereka. Salah satunya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawaman.
Sederet pengujian ditempuh, dari suspensi kepadatan dalam perairan, konsentrasi nitrat dan fosfat, konsentrasi oksigen terlarut, salinitas, suhu, hingga plankton. Kejadian serupa pernah terjadi di danau atol serupa yang ada di Pulau Misool, Raja Ampat, Papua hingga Vietnam.
Editor : Uways Alqadrie