Ditengah polemik, Rusmadi memilih memutuskan hubungannya dengan partai yang menaunginya enam tahun terakhir, selepas pensiun dari birokasi medio Juli 2018 silam. Kartu tanda anggota PDI Perjuangan miliknya, dikembalikan ke DPD PDIP Kaltim, Jumat Sore, 1 November 2024.
Keputusan itu, sebut dia, merupakan pilihan terbaik antara dirinya dan partai besutan Megawati Soekarno Putri tersebut. “Saya berterima kasih pada PDI Perjuangan telah membesarkan nama saya di kancah politik daerah,” ucapnya.
Lewat perahu PDI Perjuangan, Rusmadi pernah melaju sebagai calon gubernur pada 2018 silam berpasangan dengan Syafaruddin namun gagal. Setahun kemudian, ketika pemilihan legislatif bergulir, dia kembali maju sebagai calon legislatif DPR RI mewakili Kaltim yang juga berujung kegagalan.
Tak patah arang, Pilkada Serentak 2020, Rusmadi kembali mencoba peruntungan dengan maju di Pilkada Samarinda sebagai calon wakil wali kota berpasangan dengan Andi Harun. Upaya ketiganya di kontestasi inilah yang mengantarkannya duduk sebagai orang nomor dua di Kota Tepian.
Niatnya maju di Pilkada Samarinda 2024 dan bercerai dengan Andi Harun tak berbuah manis, PDIP lebih memilih untuk mengusung Andi Harun yang kini berpasangan dengan Saefuddin Zuhri. Bahkan menjadi peserta tunggal di Pilkada Samarinda.
Ke mana langkah politiknya berlanjut, pria yang kini bertugas sebagai pelaksana tugas Wali Kota Samarinda itu belum menentukan arah. Di beberapa kesempatan, dia berujar. “Rencananya kembali mengabdi di dunia pendidikan. Sebelum jadi birokrat. Saya ini tenaga pendidik, dosen,” katanya medio Agustus lalu.
Editor : Uways Alqadrie