Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Meski Sudah Menyebar di Kabupaten/kota, Dinas Kesehatan Klaim Darurat Gondongan Sudah Terkendali di Kaltim

Nasya Rahaya • Minggu, 3 November 2024 | 04:25 WIB
Ilustrasi JP
Ilustrasi JP

KALTIMPOST.ID, Penyakit gondongan belakangan ini menyerang sejumlah daerah di Kaltim. Data terbaru dari Dinas Kesehatan menunjukkan lonjakan kasus yang signifikan, hingga ratusan kasus. Terutama di Kutai Timur dan Samarinda.

KEPALA Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin mengatakan upaya pencegahan dan penanganan sedang dilakukan untuk meredam penyebaran penyakit ini. “Sebenarnya sudah terkendali tapi masih ada beberapa daerah yang sedang terinfeksi,” sebutnya, baru-baru ini. 

Berdasarkan data terakhir yang dia paparkan, beberapa daerah yang masih ada kasus tercatat yakni dari Kutai Kartanegara (Kukar) 5 kasus (awal September), Kutai Timur (Kutim) 233 kasus (hingga saat ini, dengan sebagian besar di Sangatta), Bontang 148 kasus (dari Januari hingga September), Berau 8 kasus (September), Samarinda sekitar 300 kasus (September-Oktober).

Lonjakan ini menunjukkan bahwa penyakit gondongan tidak hanya terjadi di satu atau dua lokasi, melainkan menyebar ke beberapa kabupaten dan kota. Menurut dr Jaya, Samarinda menjadi pusat penyebaran dengan jumlah kasus paling tinggi. Sementara daerah lain juga melaporkan kasus meskipun dalam jumlah yang lebih kecil. “Sebenarnya tidak di Kaltim saja. Ini kasus Nasional," sebutnya.

Di beberkan dr Jaya jika gondongan ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Paramyxovirus, menular melalui air liur. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan di masyarakat. "Kami mengusulkan langkah-langkah pencegahan seperti isolasi terhadap penderita, penggunaan masker, serta praktik mencuci tangan yang baik," jelasnya. 

dr Jaya Mualimin (FOTO: NASYA)
dr Jaya Mualimin (FOTO: NASYA)

Upaya sosialisasi juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. "Kami mengedukasi masyarakat agar memahami cara penularan dan bagaimana melindungi diri mereka sendiri serta orang lain dari risiko infeksi," tambahnya.

Menurutnya, kasus gondongan ini mulai muncul lagi setelah cukup lama tidak ada. Terakhir kali gelombang besar gondongan terjadi sekitar tahun 2012 lalu. Meskipun kasus gondongan meningkat, penyakit ini diklaim tidak membahayakan.

Siswa sekolah menjadi kelompok yang paling rentan terkena gondongan. "Beberapa sekolah di Samarinda terpaksa meliburkan siswa-siswinya untuk mencegah penularan lebih lanjut, terutama bagi anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya berkembang," ungkapnya.

Dalam penanganan ini, vaksinasi menjadi kunci. "Vaksinasi adalah langkah preventif yang sangat penting untuk mencegah penyakit ini. Kami mendorong orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapat vaksin lengkap sesuai jadwal," jelasnya.

Dinas Kesehatan Kaltim berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus gondongan dan melaksanakan tindakan pencegahan yang diperlukan. Masyarakat juga diajak untuk proaktif dalam menjaga kesehatan dengan mengikuti imbauan yang telah disampaikan. Penanganan yang baik dan kesadaran bersama adalah kunci untuk melindungi generasi mendatang dari penyakit gondongan dan infeksi virus lainnya.

Editor : Uways Alqadrie
#gondongan Kaltim #Dinas kesehatan Kaltim