Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Viral! Wanita Dibohongi dan Ditipu saat Kencan Pertama di Blok M oleh Pria yang Mengaku Anak Pengusaha

Dwi Puspitarini • Minggu, 10 November 2024 | 10:24 WIB
Penipuan asmara di aplikasi kencan dengan sosok pria bernama Dwi Tanta Albarr yang menyalahgunakan kepercayaan demi keuntungan pribadi.
Penipuan asmara di aplikasi kencan dengan sosok pria bernama Dwi Tanta Albarr yang menyalahgunakan kepercayaan demi keuntungan pribadi.

 

KALTIMPOST.ID, Kisah kencan berujung pahit dialami oleh seorang perempuan yang membagikan pengalamannya di media sosial X (dulu dikenal Twitter).

Akun dengan nama pengguna @peanutvanilla_ ini membuat heboh dengan unggahan yang menceritakan penipuan yang dialaminya saat berkencan dengan pria bernama Dwi Tanta Albarr, yang ia temui melalui aplikasi kencan Tinder.

Dalam unggahannya, wanita tersebut menceritakan bahwa pada tanggal 27 Oktober 2024, ia bertemu Dwi untuk pertama kalinya di Blok M Plaza.

Awalnya, kencan berjalan baik dengan Dwi yang terlihat royal. “Kita makan mie ayam, terus ngopi di taman literasi, semua dia yang bayar,” ujar @peanutvanilla_. Akan tetapi, setelahnya, Dwi mulai menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan.

 Baca Juga: Profil Jenderal Sudirman: Perjuangan Sang Pahlawan yang Memimpin Perang Gerilya Pertama dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Menurutnya, Dwi mengaku bahwa keluarganya kaya dan memiliki perusahaan besar. Namun, di sisi lain, Dwi beralasan bahwa ia tidak memiliki uang tunai saat itu karena menunggu kiriman dari kakaknya.

Ia meminjam uang kepada @peanutvanilla_ untuk bermain biliar dengan iming-iming akan segera diganti.

“Dia ngasih ATM dan pin-nya sebagai jaminan, tapi ternyata kartunya sudah diblokir,” tambahnya.

 Baca Juga: Mengenal Tujuh Tokoh Indonesia di Balik Pertempuran Surabaya 10 November

Kisah Penipuan Berlanjut ke Pinjaman Online

Keanehan tidak berhenti di situ. Keesokan harinya, Dwi menghubungi @peanutvanilla_ dan meminta izin untuk menginap di rumahnya, mengaku sedang mengalami masalah keluarga.

"Katanya bapaknya kasar dan dia selalu dipukuli, jadi dia kost di Kemang, tapi ga mau pulang karena kost-nya banyak setan,” tulis @peanutvanilla_.

Berulang kali, Dwi meminjam uang dengan berbagai alasan, termasuk untuk biaya menginap di hotel.

Hingga pada tanggal 3 November 2024, ketika mereka berencana bertemu ibunya, Dwi justru membuat drama lain.

Ia mengaku ibunya dan ayahnya sedang bertengkar besar hingga membutuhkan bantuan pengacara.

Saat @peanutvanilla_ merasa iba dan mendukung Dwi, ia justru menemukan kenyataan pahit bahwa Dwi telah menggunakan akun spinjam miliknya tanpa izin.

"Aku kaget banget pas tahu dia daftar pinjol pake hp aku tanpa bilang. Uang yang katanya buat hotel ternyata uang pinjaman online atas namaku,” ungkap @peanutvanilla_ dengan kesal.

 Baca Juga: Imam Pranawa Utama Ciptakan 22 Motif: Hidupkan Batik Melayu Kutai di Usia 60 Tahun

Terus Berbohong dan Manipulatif

Kebohongan Dwi terus berlanjut. Setiap kali @peanutvanilla_ menanyakan soal pinjaman tersebut, Dwi selalu memberikan alasan yang meyakinkan.

"Dia bilang, tenang aja, aku ganti semua kok. Tapi, malah dia kabur dan ga bisa dihubungi,” lanjutnya.

Kemarahannya memuncak saat ia menemukan Dwi bermain biliar bersama teman-temannya di Blok M Plaza, bukan di kantor polisi seperti yang Dwi klaim.

Dalam kondisi emosi, @peanutvanilla_ akhirnya mengonfrontasi Dwi secara langsung dan mendapati bahwa pria tersebut memiliki banyak chat dengan perempuan lain.

Di situ, Dwi memaki dan memintanya untuk pulang. "Dia teriak-teriak, maki aku di depan umum. Dia bilang ‘kita gabisa lanjut’ dan menyuruh aku pulang sendiri," kata @peanutvanilla_ kecewa.

 Baca Juga: 7 Film Wajib Tonton untuk Mengenang Jasa Pahlawan Bangsa dan Menumbuhkan Semangat Nasionalisme

Pesan dari Korban: Hati-hati dengan Janji Manis di Media Sosial

Unggahan ini memicu perhatian warganet yang menanggapi dengan beragam respons, sebagian besar menyayangkan keputusan @peanutvanilla_ untuk tetap memberikan bantuan meski telah berkali-kali dirugikan.

Ia mengakui bahwa rasa iba dan empatinya telah dimanfaatkan. "Aku cuma mau bilang hati-hati kalau ada yang suka mendramatisir keadaan. Jangan sampai empati kita malah dimanfaatkan buat hal buruk,” pesannya.

Kisah ini juga menjadi peringatan bagi banyak pengguna aplikasi kencan untuk selalu berhati-hati dalam bertemu orang baru, terutama jika mereka mulai meminta uang atau bantuan finansial. (*)

 

Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel 

Editor : Dwi Puspitarini
#aplikasi kencan #thread #kasus penipuan asmara #penipuan #twitter #kisah penipuan Dwi Tanta Albarr