KALTIMPOST.ID, Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Ahmad Dofiri resmi menjabat Wakapolri setelah ditunjuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Selasa, 12 November 2024.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/2517/xi/kep./2024. Komjen Ahmad Dofiri menggantikan Agus Andrianto yang mengundurkan diri setelah diminta Presiden Prabowo menjadi menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Nama Komjen Ahmad Dofiri ramai dikenal khalayak saat menjadi salah satu hakim pada sidang Komisi Kode Etik Polri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Dalam sidang putusan etik yang digelar 25 Agustus 2022 silam, Komjen Ahmad Dofiri bersama Komjen Agung Budi Maryoto dan Irjen Syahardiantono memutuskan pemecatan terhadap Ferdy Sambo.
Profil Komjen Ahmad Dofiri
Komjen Ahmad Dhofiri lahir di Indramayu, Jawa Barat, pada 4 Juni 1967. Menikah dengan Diana Wahyuni dan dikaruniai 3 orang anak.
Keyakinan atau agama Komjen Ahmad Dofiri adalah Islam. Ia merupakan seorang religius. Saat menjabat Kapolda DIY pada 2018, ia pernah menjadi khatib salat Idulfitri di Alun-alun Yogyakarta.
Bahkan, ia mahir membaca kitab kuning atau kitab gundul, yaitu kitab klasik yang dipelajari para santri di pesantren. Namun, tutur Dofiri, kemahirannya tersebut bukan ia dapatkan dari pondok pesantren, melainkan di musala kampung halamannya sejak kecil.
Riwayat Pendidikan komjen Ahmad Dofiri
Komjen Ahmad Dofiri merupakan sosok yang berprestasi baik dalam karir maupun saat menempuh pendidikan. Ia tercatat sebagai lulusan terbaik atau Adhi Makayasa Akpol 1989. Berikut riwayat pendidikan Komjen Ahmad Dofiri.
- SD (1980)
- SMP (1983)
- SMA Negeri 1 Sindang (1986)
- PPS KIK UI (2000)
- Akademi Kepolisian (1989), Penerima bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akpol
- Dikjur Serse Umum (1992)
- Daspa Brimob (1994)
- Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) (1996)
- Sespim Polri (2003)
- Sespimti Polri (2012)
Karir Komjen Ahmad Dofiri
Sebelum ditunjuk menjadi Wakapolri, Komjen Ahmad Dofiri sempat menududuki sejumlah jabatan mentereng. Di antaranya, ia menjadi Kapolres Bandung pada 2007, Kapoltabes Yogyakarta pada 2009, dan Koorspripim Polri pada 2010.
Lalu pada 2014, ia pecah bintang dengan menjabat Karobinkar SSDM Polri. Pada tahun 2016, Komjen Ahmad Dofiri tercatat tiga kali dimutasi sebagai Kapolda Banten, Karosunluhkum Divkum Polri, dan Kapolda DIY.
Komjen berusia 57 tahun ini menjadi jenderal bintang dua pada 2019. Ia kemudian dipercaya menjadi Aslog Kapolri. Setahun setelahnya dia menjadi Kapolda Jawa Barat.
Pada 2021 Dofiri dipercaya menjadi Kabaintelkam dan promosi menjadi komjen. Pada 2023 dia dipromosi lagi sebagai Irwasum. Dan sejak 12 November 2024, ia memegang amanat baru sebagai Wakapolri. (*)
Editor : Almasrifah