KALTIMPOST.ID, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan bergerak cepat dengan melakukan razia terhadap peredaran Latiao, jajan impor asal China, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan makanan asal Tiongkok tersebut memiliki kandungan berbahaya bagi kesehatan.
Tetapi, bagaimana dengan Dinas Kesehatan (Diskes) Penajam Paser Utara (PPU) yang notabene-nya secara geografis bertetangga? Yang hanya dipisahkan oleh Teluk Balikpapan berjarak sekira 7,3 kilometer saja?
Kepala Diskes PPU, Jansje Grace Makisurat, saat dihubungi Kaltim Post, Selasa (12/11), mengatakan, pihaknya tidak melakukan seperti yang dilakukan DKK Balikpapan itu. “Kami belum ada laporan tentang peredaran jajan ini di PPU,” kata Jansje Grace Makisurat.
Ia melanjutkan, bahwa DKK Balikpapan melakukan razia setelah ada laporan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Kami pasif saja. Karena kewenangan pemeriksaan ada di BPOM. Semoga jajanan ini tidak sampai beredar di PPU,” katanya.
Kendati demikian, saat didesak apakah Diskes PPU tidak berinisiatif melakukan upaya preventif di tingkat masyarakat, Jansje Grace Makisurat mengatakan, Diskes PPU akan memantau saja melalui puskesmas-puskesmas untuk melalukan pemeriksaan ke kantin sekolah-sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru mengaku, juga belum menerima laporan adanya jajanan ini beredar di wilayah kerjanya. Kendati demikian, ia mengatakan, segera memantau melalui sekolah-sekolah di daerahnya.
“Belum ada laporan, sih. Tetapi, nanti saya coba menghimpun informasi dari setiap sekolah yang ada. Harapan kami jangan sampai jajanan ini masuk ke wilayah PPU, utamanya, dikonsumsi anak-anak TK, dan SD,” kata Andi Singkerru, kemarin.
Dikatakannya, kesehatan dan keselamatan peserta didik adalah prioritas utama. Karena, penemuan bakteri berbahaya dalam jajanan latio sudah sangat mengkhawatirkan.
“Kami akan melakukan segala upaya untuk melindungi siswa dari ancaman ini," katanya. Karena itu, lanjut dia, pihaknya akan meningkatkan edukasi kepada siswa, guru, dan orang tua tentang pentingnya memilih makanan yang sehat dan aman.
“Kami juga akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memberikan informasi yang benar mengenai bahaya konsumsi jajanan yang tidak higienis," tegasnya.
Editor : Uways Alqadrie