KALTIMPOST.ID, Irjen Dedi Prasetyo bakal dilantik sebagai inspektur pengawasan umum (Irwasum) Polri.
Penunjukan Irjen Dedi oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit untuk menggantikan Komjen Ahmad Dofiri yang telah diangkat sebagai wakil kapolri atau wakapolri.
Penunjukan tersebut berdasarkan surat telegram mutasi Polri bernomor ST/2517/XI/KEP./2024 tertanggal 11 November 2024 yang menetapkan mutasi untuk 55 personel.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menyebut, pelantikan Irjen Dedi akan bersamaan dengan pejabat lainnya yang rencananya dilakukan usai gelaran pilkada.
“Pelantikannya nanti menunggu dengan pejabat lainnya setelah pilkada. Kemungkinan besar begitu,” ucap Sandi.
Meski belum dilantik, lanjut Sandi, Irjen Dedi sudah mulai melaksanakan tugas-tugas sebagai irwasum sembari rangkap jabatan dengan posisi yang saat ini masih disandangnya sebagai asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia.
Sebelum menjabat As SDM Polri, Irjen Dedi Prasetyo merupakan Kadiv Humas Polri pada 2021-2023. Selama menjabat Kadiv Humas Polri, wajahnya kerap muncul di televisi dan media massa.
Saat pertengahan 2022 terjadi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang melibatkan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Di mana pada waktu itu kasus ini begitu menyita perhatian publik, sehingga informasi dari Irjen Dedi di Mabes Polri begitu dinantikan awak media.
Irjen Dedi dikenal sebagai polisi akademisi. Dia salah satu polisi yang meraih gelar profesor dan guru besar. Tak banyak yang tahu, profesor yang satu ini gemar menulis.
Bahkan ia sudah menulis 27 buku. Di antaranya, Ilmu dan Teknologi Kepolisian; Assessment Center Polri Membangun SDM Unggul; Meritrokrasi Jabatan Fungsional pada SDM Polri; E-Candidate: Pemodelan Aplikasi dalam Sistem Pembinaan Karier Anggota Polri, Radikalisme, Terorisme, dan Deradekalisasi di Indonesia; Keadilan Restoratif: Strategi Transformasi Memulai Polri Presisi dan Komunikasi Krisis Divhumas Polri.
Atas hal itu, Irjen Dedi mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) sebagai satu-satunya perwira tinggi Polri yang menulis buku dengan jumlah terbanyak.
Profil Irjen Dedi Prasetyo
Irjen Dedi Prasetyo lahir pada 26 Juli 1968 di Magetan, Jawa Timur. Menikah dengan Martha Dwi.
Dedi Prasetyo merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1990. Memulai karier sebagai Pama Polda Jawa Timur pada 1991.
Pada 1992 Dedi menjabat sebagai Kapolsek Deket dan Kasat Serse Polres Lamongan pada 1993. Kemudian pada 1993-1995 ia ditugaskan sebagai Dantontar Akpol, lalu melanjutkan sebagai Dankitar Akpol pada 1996.
Pada 1996 Dedi dipercaya menjabat Kapolsek Serpong. Selanjutnya memutuskan mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
Lulus PTIK pada 1999 Dedi dapat penempatan di Kalimantan Tengah sebagai Kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi di Polres Marabahan, lalu Polres Banjar.
Di Bidang Pengembangan SDM, ia memegang sejumlah jabatan penting seperti Kaur Tihorkam Ditdalpers SSDM Polri pada 2002, Kaur Tandispeg Ditdalpers SSDM Polri pada 2003, serta Kasubag Tihorkam Rowatpers SDM Polri di 2004.
Dedi pun bertugas jadi Sekretaris Pribadi Wakapolri pada 2004-2005. Kembali dimutasi sebagai Kabag Bin Polwil Madura Polda Jawa Timur, lalu Kakorsis SPN Mojokerto Polda Jatim.
Kariernya terus menanjak menjadi Kasat Serse Polwiltabes Surabaya pada 2007, Kapolresta Kediri di 2008, dan Kapolres Lumajang di 2009.
Pada 2010 masuk ke fungsi SDM 6 tahun lamanya hingga akhirnya mendapat promosi job bintang 1 pada 2017 Wakapolda Kalteng. Setahun berikutnya Dedi dimutasi menjadi Karo Penmas Divisi Humas Polri.
Setahun berikutnya kembali ke fungsi SDM sebagai Kabiro Pembinaan Karier (Karo Binkar) SSDM Polri. Dia pun mendapat promosi sebagai Kapolda Kalteng pada 2020.
Pada 2021-2023 Dedi menjabat sebagai Kadiv Humas Polri yang dikenal juga sebagai Guru Besar PTIK STIK, menunjukkan kontribusi akademisnya dalam Pendidikan kepolisian.
Hingga di 2023 ia diangkat sebagai asisten SDM Kapolri sebelum akhirnya dipercaya menjabat sebagai Irwasum Polri.
Editor : Hernawati