Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Viral Ponari Jilid Dua: Warga Banjarmasin Sebut Kejatuhan Batu Meteor, Kini Air Rendaman Dipercaya Berkhasiat

Hernawati • Jumat, 15 November 2024 | 15:26 WIB
Warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ngaku dapat batu meteor.
Warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ngaku dapat batu meteor.

KALTIMPOST.ID, Seorang warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) kali ini membuat kehebohan di jagat maya. Ia mengaku mendapat batu yang ia sebut sebagai batu meteor.

Tanpa berpikir dua kali, penemuan batu yang diduga adalah batu meteor, diunggah di media sosial oleh akun Samidri Memet. Jelas saja unggahannya pun mendadak viral.

Dalam video unggahannya, ia memperlihatkan batu yang ia yakini merupakan batu meteor tersebut.

“Malam tadi rumah kami kejatuhan batu meteor,” ucap Samidri Memet.

Batu tersebut berwarna hitam pekat berukuran sekepalan tangan orang dewasa. Bentuknya seperti telur dengan permukaan yang berpori-pori.

Ia pun bertanya pada warganet mengenai harga dan khasiat batu yang ia yakini adalah batu meteor.

Melalui akun yang sama, terlihat batu itu direndam dalam air untuk mengetahui manfaatnya.

“Kami mau coba dulu sekeluargaan (rendaman airnya). Siapa tahu ada manfaatnya di tubuh,” ucapnya sambil mengambil air lalu mengusap ke kaki salah satu orang di rumahnya.

Ia juga mengatakan akan menggratiskan air rendaman batu yang ia sebut batu meteor.

“Mudahan bermanfaat, ambil berkahnya. Mumpung belum masih banyak orang, kalau ada yang mau datang, silahkan. Airnya gratis aja,” tuturnya.

Harganya Fantastis

Jika batu tersebut merupakan batu meteor, tentu warga Banjarmasin akan ketiban rezeki karena harga sebuah batu meteor bernilai fantastis.

Kejadian serupa pernah terjadi pada Agustus 2020 silam. Di Tapanuli Tengah pernah ada penemuan batu meteor yang kemudian dibeli oleh kolektor dari Amerika Serikat seharga 1,4 juta poundsterling atau sekitar Rp 26 miliar (kurs 18.600 per poundsterling).

Jay Piatek, kolektor meteorit yang juga seorang dokter dari Amerika Serikat mengutus Jared Collins, ahli meteorit, yang berada di Bali untuk mendatangi Josua di Tapanuli Tengah.

Jared ditugaskan untuk membeli batu meteor itu sekaligus melakukan negosiasi harga dengan Josua.

“Itu terjadi di tengah krisis Covid. Terus terang itu adalah masalah antara membeli batu atau bekerja dengan ilmuwan dan kolektor AS.”

“Saya pun membawa uang sebanyak mungkin dan pergi mencari Josua.”

Usai terjalin kesepakatan dengan Josua, Jared mengirim batu tersebut ke AS dan menjadi koleksi Jay Piatek. Namun, pecahan batu tersebut dijual kembali oleh kolektor kedua lewat situs jual beli eBay senilai 757 poundsterling atau sekira 1,4 juta per gram.

Karena batu yang dijual Josua seberat 1.800 gram, maka harganya bisa mencapai 1,4 juta poundsterling atau setara 26 miliar.

Sang Penemu Ngaku Jual Batu Meteor Rp 200 Juta

Pada waktu itu penemu batu yang diduga meteor adalah Joshua Hutagalung. Ia merupakan warga Dusun Sutahan Barat, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.

Seperti dilansir Kompas pada Rabu (18/11/2020), ia tak tahu bila ternyata harganya bisa sampai miliaran rupiah.

Ia mengaku dihubungi oleh warga asing. “Saya tidak tahu kalau batu itu dijual harga segitu. Saya hanya menjual batu sekitar Rp 200 juta lebih. Sekitar segitu,” tuturnya.

Karena batunya viral di media sosial, pria yang bernama Jared Collins menghubunginya lewat pesan Messenger Facebook. Jared Collins merupakan warga asing yang tinggal di Bali.

Jared pun pergi ke rumah Josua di Tapanuli Selatan. Jared membeli batu meteor seberat 1,7 kilogram dengan harga Rp 200 juta.

Josua menyebut, tidak semua batu ia jual ke Jared. Sebagian batu sudah dibagikan ke kerabatnya dan dijadikan mainan oleh anak-anaknya.

“Tidak semua saya jual, hanya serpihannya saja. Soalnya sebelumnya batu itu sudah pecah dan jadi mainan anak-anak di rumah. Beratnya yang dibawa sekitar 1,7 kilogram. Selebihnya dibagi ke sanak keluarga. Ada yang dibikin batu cincin,” ucapnya.

“Saya sendiri dapat lima gram. Biarlah jadi kenang-kenangan,” tuturnya.

Kronologi Jatuhnya Batu Meteor

Pria yang sehari-harinya membuat peti mati ini bercerita saat tengah mengerjakan pesanan, ia mendengar suara gemuruh dari langit yang disusul suara dentuman sangat keras dari atap rumahnya.

“Suaranya terdengar sangat keras sampai bagian rumah ikut bergetar. Setelah saya cari, rupanya atap seng rumah sudah bocor dan ada batu besar yang jatuh,” tutur Josua.

Saat ditemukan, batu dengan berat 2,2 kg itu tertanam sekitar 15 sentimeter dalam tanah. Ia pun mengangkatnya dan memindahkannya ke rumah.

“Saat saya angkat, batu itu hangat. Lalu saya bawa masuk ke rumah,” ucapnya.

“Saya menduga kuat batu ini dari langit yang banyak disebut orang batu meteor. Karena tidak mungkin ada yang sengaja melemparkannya,” sambungnya.

Penemuan batu itu pun ia unggah di media sosial miliknya dan mendapat respons warganet. Batu itu sempat ramai jadi perbincangan. Banyak yang penasaran ingin melihat batu itu.

“Kalau masyarakat sudah banyak yang datang. Penasaran ingin melihat batu itu. Tapi untuk yang ahlinya guna memastikan benar atu tidak (batu meteor) belum ada,” bebernya.

Camat Kolang Saut Bona Situmeang, menuturkan, pasca penemuan batu tersebut, ia pun mendatangi rumah Josua dan melihat langsung batu tersebut.

“Iya benar saya sudah melihat langsung. Si penemu mengaku batu itu memang jatuh dari langit dan menimpa rumahnya,” terangnya, Rabu (5/8/2020).

Adapun batu Josua yang ditawar orang hingga Rp 1 miliar, Situmeang hanya menganggap hal tersebut sebagai candaan.

“Memang ada yang sudah menawar membeli batu itu tapi saya yakin hanya bercanda saja. Nilai yang ditawarkan tinggi sekali,” ujar Situmeang.

 

Editor : Hernawati
#kalimantan selatan #temuan batu meteor di banjarmasin #banjarmasin #berita viral