KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) tidak semuanya menggunakan hak pilihnya di Samarinda. Hanya Calon Gubernur Kaltim Nomor Urut 2, Rudy Mas’ud yang mencoblos di Balikpapan.
Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini menggunakan hak pilihnya untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim di rumah orang tuanya, Gang Batu Arang RT 4 Kelurahan Baru Tengah Kecamatan Balikpapan Barat, Rabu (27/11).
Rudy Mas’ud didampingi istrinya Sarifah Suraidah tiba di rumah orangnya sekira pukul 12.12 Wita. Keduanya baru saja mendarat di Balikpapan. Setelah melaksanakan ibadah umrah selama hari tenang pemilihan kepalda daerah (Pilkada) Serentak pada 24 hingga 26 November 2024.
Rudy Mas’ud didampingi Sarifah Suraidah bersama dua anaknya yang sudah memiliki hak pilih mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 004 Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat. Di mana TPS tersebut berada di samping rumah orang tuanya. Dan juga TPS dari Rahmad Mas’ud yang juga Wali Kota Balikpapan terdaftar sebagai pemilih.
Karena Rudy Mas’ud terdaftar sebagai pemilih di Samarinda, dia baru bisa menggunakan hak pilihnya setelah pukul 12.00 Wita. Menggunakan KTP. Dan hanya bisa mencoblos surat suara Pilgub Kaltim saja.
“Alhamdulillah kita baru landing sebenarnya. Habis dari umrah. Dari Jeddah (Arab Saudi) ke Dhoha (Qatar). Dhoha ke Jakarta. Dari Jakarta langsung ke Balikpapan. Dan kita sempatkan kegiatan yang sangat sakral di 27 November ini. Pemilihan kepala daerah untuk provinsi Kalimantan Timur di Balikpapan. Kalau ke Samarinda, enggak sempat. Makanya kita geser pencoblosannya di Balikpapan. Untuk bisa coblos gubernur saja. Wali kotanya tidak bisa,” katanya kepada awak media usai menggunakan hak pilihnya di TPS 004 Baru Tengah, Rabu (27/11) siang.
Dia menyebut setelah kurang lebih 3 bulan berkeliling Kaltim melaksanakan kampanye, Rudy Mas’ud kemudian melaksanakan umrah. Bersama istrinya Sarifah Suraidah. Sehingga tidak ada persiapan khusus, sebelum menggunakan hak pilihnya di TPS. Karena waktunya sangat mepet, setelah mendarat di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Rudy Mas’ud langsung menuju rumah masa kecilnya di Gang Batu Arang RT 4 Kelurahan Baru Tengah Kecamatan Balikpapan Barat, sebelum mencoblos.
“Karena ikhtiar tanpa doa adalah orang-orang yang sombong. Kalau doa saja tanpa ikhtiar adalah orang-orang yang bohong. Jadi kita padu-padankan biar balance. Antara ikhtiar dan doanya. Insya Allah haqqul yaqin kita, pintu langit kita ketuk. Dari ibadah umrah, haqqul yaqin bisa membawa Kaltim berakselerasi menuju Indonesia Emas,” katanya.
Ketua DPD Partai Golkar Kaltim ini akan memantau exit poll atau penghitungan melalui survei terhadap pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya maupun quick count atau penghitungan cepat melalui data hasil penghitungan suara di TPS di Balikpapan. Lokasinya di Jalan Jenderal Sudirman Stall Kuda, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan.
“Pemantauan untuk perhitungan cepat dan exit poll juga akan dilaksanakan di Balikpapan. Karena kami standby di Balikpapan. Walaupun ada di Samarinda. Namanya Pos Komando dan Pengendalian (Poskodal) di Stal Kuda,” ungkapnya.
Calon gubernur Kaltim yang diusung oleh 12 partai politik peserta pemilu tahun 2024 ini, optimistis akan memenangkan Pilgub Kaltim. Karena berdasarkan hasil survei sebelumnya, elektabilitas pasangan calon Rudy Mas’ud-Seno Aji telah melebihi 50 persen. “Insya Allah. Optimistis. Haqqul yaqin kita menang. Karena kita sudah leading daripada 50 persen,” ucapnya.
Selain Pilgub Kaltim, Rudy Mas’ud juga sangat optimistis seluruh calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar menjadi pemenang pada pilkada kabupaten/kota yang ada di Kaltim. Dengan target perolehan lebih dari 60 persen.
“Insya Allah, kita haqqul yaqin 10 kabupaten/kota bisa menang di atas 60 persen. Target kita adalah minimum 60 persen. Insya Allah bisa lebih daripada itu. Mulai dari Balikpapan, Samarinda, Bontang, Paser, Berau, kira-kira di atas 60 persen kita menang,” ujar dia. (*)
Editor : Duito Susanto