KALTIMPOST.ID Reuni akbar PA 212 di Monas berlangsung pada Senin 2 Desember 2024. Eks imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab memberikan pesan kepada presiden Prabowo Subianto. Terutama berkaitan penegakan hukum di Indonesia.
"Saya minta dengan tulus dan sangat hormat kepada bapak Presiden Haji Prabowo Subianto, tolong bersihkan pemerintahan," ucapnya.
Dari orang-orang yang bermasalah, lanjut dia, baik bermasalah dengan korupsi bermasalah dengan judi, bermasalah dalam pelanggaran HAM. Juga bermasalah dengan segala kemungkaran dan kerusakan negeri. Jangan mereka dibiarkan, proses hukum untuk keadilan bagi bangsa Indonesia.
Selama 10 tahun ini, kata Rizieq, demokrasi dirusak hukum ditabrak, korupsi merajalela judi di mana-mana. mereka harus dituntut bertanggung jawab. Presiden harus bertindak tegas memproses semua pelanggar hukum pada 10 dekade terakhir ini. Siapa pun dia, tak peduli apakah itu Jokowi, semua kroni-kroninya yang terlibat harus diproses hukum.
"Saudara-saudara kunci keberkahan itu Allah sudah nyatakan dalam Alquran, yakni andai saja penduduk suatu negeri penduduk daerah-daerah di manapun berada beriman dan bertakwa kepada Allah, sudah dijanjikan pasti akan kami buka rezeki untuk penduduk negeri tersebut," katanya.
Menurut dia, kalau mau Indonesia berkah, harus beriman dan bertakwa. Maksudnya tunduk kepada hukum Allah baik hukum dengan pribadi perorangan. Hukum berkaitan rumah tangga, hukum sosial kemasyarakatan sampai kepada hukum tata negara.
Jadi jangan mimpi Indonesia berkah, sebut Rizieq, kalau hukum Allah dilecehkan. Jangan mimpi Indonesia berkah kalau hukum Allah ditinggalkan, jangan mimpi Indonesia berkah kalau Alquran di belakang. Harus menjadikan Alquran di depan sebagai pedoman petunjuk.
Jadikan Indonesia taat kepada Allah dan rasulnya. Ayat suci akan selalu dan senantiasa ada di atas konstitusi. Ayat suci adalah wahyu Illahi, tidak boleh diganti. Tidak boleh direvisi, wajib untuk dipatuhi ditaati. Harga mati.
Ayat konstitusi adalah produk akal hasil musyawarah sesama manusia dengan menggunakan pengetahuannya yang wajib sejalan dengan ayat suci. Tidak boleh ada ayat konstitusi dimanapun kapanpun yang bertentangan dengan ayat suci yang kuat.
"Saya tekankan sekali lagi pada saat ini jangan pernah mundur untuk menegakkan Islam Jangan pernah mundur menegakkan hukum Allah.
Alhamdulillah pilpres sudah selesai, pilkada sudah selesai. Jangan lagi ke depan, pilpres maupun pilkada memecah belah. Berbeda pilihan dalam politik itu biasa. Saya kaget begitu ada perbedaan pilihan, berani-beraninya ulama disebut munafik dan dikafir-kafirkan," tandasnya.
Dia melihat, yang dapat uang orang lain, dapat kekuasaan orang lain tapi rakyat diadu domba dan dipecah belah. Jangan mau lagi diadu domba setuju siap bersatu siap bersatu. Tidak apa-apa beda-beda pendapat di dalam memilih pemimpin. Tapi jangan lupa jadikan Alquran dan As-sunnah sebagai pedoman.
"Saya ingin kita kembali merapatkan barisan. Siapapun presidennya siapapun gubernurnya siapapun wali kotanya kewajiban tetap sama, dakwah amar ma'ruf nahi munkar dan jihad," tegasnya.
Editor : Uways Alqadrie