KALTIMPOST.ID - Pegiat media sosial Lukman Simanjduntak angkat bicara mengenai kontroversi penanganan kasus I Wayan Agus Suartama alias Agus Buntung, pria disabilitas asal Mataram, Nusa Tenggara Barat yang menjadi tersangka kasus rudapaksa atau pemerkos**n.
Menanggapi polemik yang terjadi, Lukman meminta masyarakat bijak dalam bersimpati. Sebab, kasus ini melibatkan 13 korban, termasuk tiga anak di bawah umur.
"Bagi yang menyalahkan polisi dalam kasus Agus, ingatlah bahwa korbannya ada 13 orang, tiga di antaranya anak di bawah umur," ujar Lukman melalui aplikasi X @hipohan pada 5 Desember 2024.
Lukman juga menyoroti kondisi fisik Agus Buntung yang sering menjadi alasan simpati publik.
"Jangan bingung dengan kondisi Agus yang tanpa tangan," tegasnya.
Menurutnya, meski tanpa tangan, seseorang tetap bisa melakukan kejahatan melalui manipulasi sosial (social engineering).
"Maling duit juga bisa beraksi dengan social engineering, korban seolah diminta cek setoran eh malah transfer ke malingnya," tambahnya.
Kasus Agus Buntung menarik perhatian publik karena dugaan pemerkosaan dengan modus tertentu.
Ketua Komisi Disabilitas Daerah NTB, Joko Jumadi, menegaskan bahwa dugaan tindak pelecehan tersebut sangat mungkin terjadi, meskipun pelaku memiliki keterbatasan fisik.
"Memang mampu karena UU TPKS itu sendiri juga cukup panjang, berbeda dengan 285 yang jelas menyatakan bahwa itu ada kekerasan dan ancaman kekerasan," kata Joko dalam wawancaranya.
Joko menjelaskan bahwa Pasal 6C memungkinkan seorang pelaku, meskipun penyandang disabilitas, untuk melakukan kejahatan.
"Dia memiliki kemampuan kualifikasi untuk melakukan tindak pidana ini," ujarnya. Meskipun demikian, KDD NTB memastikan bahwa hak-hak Agus sebagai penyandang disabilitas tetap akan dilindungi sesuai aturan yang berlaku.
Komisi Disabilitas juga mendukung proses hukum yang adil, baik untuk para korban maupun tersangka.
Sebelumnya, dugaan pemerkosaan yang menjerat pria disabilitas bernama I Wayan Agus alias Agus Buntung semakin terkuak. Jika sebelumnya publik membela karena terduga pelaku tidak memiliki tangan, setelah terungkapnya kronologi dan bertambahnya jumlah korban, kini publik pun berbalik arah.
Dilansir dari Instagram media.lombok, terungkap bahwa Agus tidak hanya melakukan tindak kejahatan tersebut sekali, melainkan telah memperkosa lebih dari satu wanita menggunakan cara-cara manipulatif. Kejahatan Agus terbongkar setelah polisi mendalami pengakuan para korban.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko