KALTIMPOST.ID, Gus Miftah resmi mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Mundurnya tokoh karismatik ini memunculkan berbagai spekulasi tentang siapa yang akan mengisi posisinya.
Namun, nama yang mencuat kali ini sungguh tak terduga—Rocky Gerung, seorang filsuf dan pengamat politik.
Nama Rocky Gerung diusulkan oleh aktivis dan pengamat politik Syahganda Nainggolan.
Menurut Syahganda, Rocky adalah figur yang mampu mengatasi tantangan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Baca Juga: Bahaya Baru, kondisi Air di Sungai Mahakam Kini Tidak Ramah untuk Pesut
"Rocky Gerung adalah calon pengganti yang tepat. Selama ini, ia diterima oleh semua kelompok agama di Indonesia, baik yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa maupun yang berbasis kebudayaan manusia," ujar Syahganda pada Sabtu (7/12/2024).
Syahganda menjelaskan bahwa Rocky bukan hanya seorang intelektual, tetapi juga seorang pencinta alam.
Hal ini dinilai menjadi keunggulan unik yang bisa memberikan perspektif baru dalam menciptakan harmoni, tidak hanya antaragama tetapi juga antara manusia dan lingkungan.
"Dia dikenal sebagai pencinta alam. Kehadirannya dapat menjadi jembatan dialog tidak hanya antaragama, tapi juga antara manusia dan lingkungan," tegas Syahganda.
Rocky, yang kerap menyuarakan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan alam, disebut mampu membawa dimensi baru dalam tugas kerukunan antarumat beragama.
Baca Juga: Tahun Baru, Tantangan Baru: Ancaman Siber yang Akan Mengintai di 2025
Meski diusulkan, tugas ini bukanlah hal yang mudah. Posisi sebagai Utusan Khusus Presiden memerlukan kemampuan berdialog secara intensif dengan berbagai kelompok agama yang memiliki pandangan beragam. Namun, Syahganda optimistis bahwa Rocky memiliki kapasitas tersebut.
"Rocky bisa menjembatani dialog antara kelompok Gus Durian dengan FPI, antara non-Muslim dengan Islam garis keras, hingga akademisi dan agamawan," jelasnya.
Ia menambahkan, pengetahuan Rocky yang luas tentang berbagai pandangan hidup di Indonesia adalah modal penting untuk meredakan konflik sosial dan politik yang kerap muncul.
Baca Juga: Lubang Tambang di Kaltim Akan Dilaporkan ke Presiden Prabowo, Mendes PDT Siap Datangkan Dua Menteri
Sebelumnya, Gus Miftah mengumumkan pengunduran dirinya setelah video kontroversialnya viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Gus Miftah terlihat melontarkan pernyataan yang dianggap merendahkan seorang penjual es teh.
"Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden," kata Gus Miftah dalam konferensi pers di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, Jumat (6/12/2024).
Presiden Prabowo Subianto menghargai keputusan Gus Miftah yang dianggap sebagai tindakan bertanggung jawab.
"Beliau sadar beliau salah, dan beliau mengundurkan diri. Saya kira itu tindakan kesatria," ujar Prabowo dalam konferensi pers.
Baca Juga: Maulana Yudhistira, Sudah 13 Tahun dari Samarinda Mengubah Dunia lewat Dapur
Dengan mundurnya Gus Miftah, posisi ini menyisakan enam utusan khusus yang masih aktif, termasuk Raffi Ahmad di bidang pembinaan generasi muda dan Mari Elka Pangestu di bidang perdagangan internasional.
Presiden Prabowo memastikan bahwa pengganti Gus Miftah akan segera ditentukan. "Nanti kita cari," ujarnya singkat.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari istana mengenai nama pengganti Gus Miftah. Namun, usulan nama Rocky Gerung telah memicu diskusi di kalangan masyarakat.
"Jika Rocky diangkat, ini akan menjadi langkah besar untuk menciptakan ruang dialog yang terbuka, menghormati perbedaan, dan mengedepankan solusi," kata Syahganda. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel
Editor : Dwi Puspitarini