Dari merasa tidak percaya hingga geram. Di tengah kontroversi kasus tersebut, sejumlah cuplikan video yang diduga adalah pemuda yang kerap dipanggil Agus Buntung itu viral di media sosial.
Di antaranya, cuplikan video yang menampilkan seorang pria diduga I Wayan Agus Suartama sedang menari bersama penari wanita yang mengenakan kebaya merah di atas panggung.
IWAS terlihat membawa uang sebagai saweran saat menari. Tampak dalam video tersebut, Agus Buntung sawer penari menggunakan bibirnya.
Rekaman video itu, menurut pantauan Kaltimpost.id, diunggah oleh pengguna akun Twitter (X) @satria_gigin pada Senin, 9 Desember 2024.
Selain itu, cuplikan video lain yang disinyalir memperlihatkan tabiat Agus Buntung juga diunggah @cingreborn melalui akun Twitter-nya, Sabtu (7/12/2024).
Video yang viral di media sosial tersebut menampilkan pemuda berpakaian serba-hitam yang diduga Agus Buntung minum miras. Ditengarai Agus Buntung mabuk kemudian menari-nari bersama temannya.
Tak hanya itu, rekaman terduga Agus Buntung tengah menggoda seorang wanita yang berjalan kaki sendirian diunggah akun X @Heraloebss pada Sabtu, 7 Desember 2024.
Video tersebut menampilkan, Agus Buntung catcalling perempuan dengan melontarkan kata “Halo cewek” saat tengah berboncengan mengendarai motor dengan seorang teman.
Dalam beberapa video viral lain, terduga Agus Buntung juga kerap merangkai kata-kata bernada gombalan sembari mengedipkan mata, memperlihatkan gestur mencium, dan menjulurkan lidahnya.
“Satu titik dua koma, kamu cantik aku yang punya,” ucap Agus Buntung dalam video tersebut saat diminta temannya untuk memberikan ungkapan kata-kata.
Belakangan, sebuah video juga merekam diduga Agus Buntung lihai mengendarai motor modifikasi di jalan raya sendirian.
Untuk diketahui, Agus Buntung, pemuda 22 tahun penyandang disabilitas ini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, dengan kondisinya yang tidak memiliki dua lengan dilaporkan seorang mahasiswi melakukan tindak pelecehan di Mataram, NTB.
Agus Buntung lantas ditetapkan sebagai tersangka, namun ia sempat menyangkal dengan dalih untuk mandi dan mengenakan pakaian saja masih harus dibantu sang ibu.
Namun, sepanjang proses penyidikan yang dilakukan Polda NTB yang didampingi Komisi Disabilitas Daerah (KDD) NTB, korban-korban baru terus bermunculkan.
Hingga saat ini, total korban Agus Buntung yang telah melapor kepada KDD NTB sebanyak 15 korban. Mirisnya, 3 korban di antaranya masih menyandang anak di bawah umur, bahkan ada yang masih SMP.
Dari jumlah tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB menyampaikan, 8 korban telah diperiksa sebagai saksi atas laporan korban berinisial AP. (*)
Editor : Almasrifah