KALTIMPOST.ID, Salah satu korban Agus Buntung alias I Wayan Agus Suartama (IWAS) akhirnya tampil di hadapan publik dan menceritakan upayanya kabur dari aksi pelecehan Agus.
Bunga, nama samaran, merupakan korban kelima Agus Buntung. Ia berhasil meloloskan diri dari homestay sebelum Agus Buntung melancarkan pelecehan seksual pada 27 September 2024.
Berikut pernyataan rinci korban, sejak pertama kali bertemu hingga berhasil melarikan diri dari Agus Buntung.
Agus Buntung Mendekati Korban dengan Iba
Korban bercerita, mulanya sekitar pukul 08.00 malam, ia duduk sendirian di kursi dekat jalan di Teras Udayana. Kemudian, pukul 09.00 tersangka datang mengajaknya berbicara dengan nada iba.
"Permisi, Mbak, saya bukan pengemis. Mbak, jangan takut. Saya ini orang baik. Saya cuma mau nanya, berhak nggak saya hidup menurut Mbak?" ucap Bunga menirukan kata-kata Agus Buntung.
Menurut Bunga, Agus mengatakan, dirinya banyak di-bully oleh orang lain sampai membuatnya berniat untuk bunuh diri. Mendengar hal itu, Bunga pun bersimpati dan memberikan nasihat.
Namun, setelah itu Agus justru mengatakan bahwa itu hanyalah prank. Ia mengatakan bahwa sebenarnya dirinya pernah viral.
Agus kemudian membuktikannya perkataannya dengan memintas Bunga membuka akun YouTube dan Instagram milik Agus menggunakan handphonenya.
Di sana, Agus memamerkan dirinya yang mampu memainkan alat-alat musik menggunakan kaki. Ia juga menunjuk salah satu foto perempuan yang ada di Instagramnya sebagai istrinya.
Keduanya lantas melanjutkan obrolan. Agus kemudian berniat membelikan korban minuman es dan imbalan sebagai ucapan terimakasih telah menyelamatkan hidupnya.
Bunga sempat menolak namun terus dipaksa Agus. "Kalau kamu nggak terima, berarti kamu nggak menghargai saya," ucap Agus seperti disampaikan Bunga.
Menurut Bunga, Agus kemudian mendatangi penjual es tersebut di seberang jalan. Namun setelah kembali, Agus justru mengutarakan dugaannya terhadap penjual tersebut yang menganggapnya seperti pengemis.
Agus Buntung Mengajak Pindah ke Taman Sangkareang
Terang Bunga, Agus membuat dirinya seolah-olah menyedihkan dengan mengatakan tidak ada orang yang menghargainya di Taman Udayana tersebut.
Agus, lanjut Bunga, kemudian mengajaknya ke tempat yang terdapat orang yang menghargainya, yaitu Taman Sangkareang.
Bunga mengatakan sempat menolaknya, namun setelah sampai di taman tersebut, ternyata memang benar banyak orang yang mengenal Agus.
Ucap Bunga, Agus sempat memintanya melihat pasangan yang bermesraan di sana dan mengatakan bahwa dirinya tidak menyukai wanita yang seperti itu.
“Saya nggak suka banget sama cewek-cewek yang kelihatan murah, dipegang-pegang sama cowok,” ucap Bunga menirukan Agus.
Ketika itu, aku Bunga, dirinya telah merasa tidak nyaman dan ingin pulang. Sayangnya, ia tidak tahu jalan pulang karena merupakan pendatang baru di daerah tersebut.
Agus Buntung Berjanji Menunjukkan Arah Pulang
Menurut Bunga, saat di Taman Udayana, Agus sempat menanyakan alamat tempat tinggalnya dan akan mengantarnya pulang.
Melihat keadaan yang sudah malam, ditambah ucapan manis Agus yang mengatakan tidak akan berbuat buruk, Bunga akhirnya setuju.
"Nggak apa-apa kalau sama saya, saya orang baik. Nggak mungkin saya apa-apain kamu. Sementara saya nggak punya tangan," ungkap Agus.
Keduanya kemudian naik motor untuk pulang, namun justru diarahkan berkeliling oleh Agus. Saat Bunga mendesak untuk segera menunjukkan jalan pulang. Agus mengaku kakinya sakit dan meminta untuk beristirahat sejenak.
Agus Buntung Meminta Beristirahat
Bunga mengatakan, Agus sempat memintanya berhenti di gang sempit dan sepi, tapi ditolaknya. Agus kemudian meminta Bunga untuk segera memacu kendaraannya karena melihat kedatangan warga di gang tersebut.
Namun ketika itu, Agus tetap memaksa untuk beristirahat. Dengan alasan, jika tidak beristirahat, dia tidak dapat mengantarkannya pulang.
Bunga pun akhirnya mengikuti keinginan Agus. Saat tiba di homestay, Agus mengatakan ingin beristirahat di sana.
Menurut pengakuan Bunga, untuk regristrasi kamar, Agus tidak punya uang yang cukup, sehingga meminjam separuh uangnya untuk membayar homestay.
Sesampainya di kamar, tambah Bunga, Agus menyuruhnya mengunci pintu. Saat itu, Bunga mengaku menolak, namun akhirnya dituruti karena digertak. "Kalau kita ketahuan, nanti kita bakal dinikahin," ucap Agus disampaikan Bunga.
Setelah itu, ucap Bunga, Agus menyuruhnya berbaring di ranjang, namun lagi-lagi ditolaknya. Agus kemudian berbaring sembari mendekat-dekatkan badannya ke badan Bunga yang ketika itu tengah duduk di tepi ranjang.
Saat itu, daya batrai hanphone Bunga tengah mati. Namun, melihat melihat gelagat Agus yang tidak baik, Bunga secara diam-diam menyalakan HP. Hal itu rupanya diketahui Agus. Karena merasa takut, Bunga lantas lari ke kamar mandi.
Agus Buntung Berusaha Mendobrak Pintu dan Meminta Uang
Saat di kamar mandi itu, terang Bunga, Agus berusaha keras mendobrak pintu kamar mandi hingga bagian bawahnya rusak, sembari melontarkan kata-kata kasar.
Bunga kemudian menelepon seorang teman untuk menjemputnya. Mengetahui itu, Agus lantas menawarkan untuk memperbolehkan Bunga keluar kamar dengan syarat memberikan seluruh uang yang ada di dompetnya.
Meski ditolak, Agus terus memaksa, sehingga korban merekam perbuatannya dan mengirimkannya kepada temannya.
Terang Bunga, Agus sempat meminta kunci kamar yang ada di tangannya, namun ia tolak. Agus lantas memanggil penjaga homestay dan keluar dari kamar. Bunga pun akhirnya dapat keluar dari homestay.
Bunga mengatakan, saat masih di parkiran untuk menunggu temannya datang, Agus terus memaksanya untuk meminta uang, dengan alasan diminta untuk mengganti pintu kamar mandi yang rusak.
Saat menolak, terang Bunga, Agus mengancam bahwa dirinya memiliki rekaman CCTV dan keluarga anggota polisi.
Agus Buntung Menuduh Korban Mengambil Uang
Bunga yang ketakutan kemudian nekat menunggu temannya sedikit menjauh dari homestay. Saat sedang menunggu, tiba-tiba datang warga mengambil kunci motornya.
Agus yang masih mengikutinya lantas mengatakan kepada warga bahwa Bunga mengambil uangnya. Bunga yang terlanjur trauma tidak mampu menjelaskan dengan lengkap, hingga temannya datang dan menenangkan warga.
Warga akhirnya memperbolehkan Bunga dan temannya pergi setelah menyadari keterangan Agus yang tidak konsisten terkait nominal uang yang dituduhkan diambil olehnya.
“Awalnya bilang 400 ribu, terus turun jadi 300 ribu, 200 ribu, sampai akhirnya bilang 100 ribu,” ucap Bunga.
Untuk diketahui, Bunga merupakan satu dari 15 korban Agus Buntung yang telah melapor ke Komisi Disabilitas Daerah (KDD) NTB. Dari total 15 korban, di antaranya telah di-BAP oleh Polda NTB.
Kasus pelecehan Agus Buntung ini pertama kali terkuak setelah salah satu korbannya, mahasiswi di Mataram, NTB, melapor ke pihak berwajib. Berita ini kemudian viral dan bermunculan korban-korban baru.
Saat ini, Agus Buntung telah ditetapkan tersangka dan sedang menjalani pemeriksaan. Saat ini, tahapan telah sampai proses rekonstruksi. Menurut pihaknya, hasil rekonstruksi nantinya akan diserahkan ke Kejaksaan, untuk dapat melanjutkan penanganan kasus. (*)
Editor : Almasrifah