Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sungai Mahakam Jadi Sumber Air Baku untuk IKN dan Sekitarnya, Pemerintah Pusat Bangun Intake 5000 liter, Samarinda Kebagian

Denny Saputra • Senin, 16 Desember 2024 | 16:04 WIB
Rozali Indra Saputra
Rozali Indra Saputra

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemerintah pusat tengah menyiapkan proyek besar untuk mengatasi permasalahan ketersediaan air bersih di wilayah Kalimantan Timur, khususnya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kota-kota sekitarnya. Rencananya, Sungai Mahakam akan menjadi sumber utama air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah tersebut.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kaltim, Rozali Indra Saputra, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan intake air baku dari Sungai Mahakam menuju Bendungan Sepaku Semoi akan dimulai pada tahun depan. Intake ini memiliki kapasitas hingga 5.000 liter per detik dan akan mengalirkan air sepanjang kurang lebih 80 kilometer.

"Sungai Mahakam memiliki potensi air baku yang sangat besar. Adanya proyek ini memastikan ketersediaan air bersih untuk masyarakat, khususnya di IKN, Balikpapan, dan Samarinda," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Dia menerangkan, salah satu kota yang akan sangat terbantu dengan proyek ini adalah Samarinda. Pihaknya optimistis, dengan tambahan pasokan air baku dari Sungai Mahakam, Samarinda dapat mencapai targetnya untuk bebas dari tunggakan sambungan air pada tahun 2028.

"Samarinda sangat beruntung karena memiliki akses ke sumber air yang melimpah. Dengan dukungan dari pemerintah daerah melalui Perumda Tirta Kencana Samarinda, kami yakin target ini dapat tercapai," terangnya.

Meskipun proyek ini sangat ambisius, namun terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait dengan pengadaan lahan untuk jalur pipa distribusi. Rozali menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan studi untuk menentukan trase yang paling optimal. "Kami sedang mencari rute yang aman dan efisien, dengan mempertimbangkan keberadaan fasilitas publik seperti jalan tol. Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan kelancaran proyek ini," ujarnya.

Mengenai detail anggaran yang diperlukan, dirinya mengaku belum mengetahui detail karena masih menunggu angka yang pasti. “Targetnya groundbreaking di 2025. Tim kami terus mematangkan kajian menentukan trase-trase yang baik. Beberapa alternatif terus dikaji,” pungkasnya.

 Sebelumnya, Walikota Samarinda Andi Harun optimitis lima tahun ke depan atau sekitar 2028, Samarinda akan terbebas dari tunggakan pemasangan sambungan rumah (SR). rencana ini didukung sejumlah perencanaan akan akan dilakukan baik jangka pendek, menengah dan panjang. hal tersebut disampaikan ke publik di sela peresmian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bumi Sempaja Jumat (6/12) lalu.

Editor : Uways Alqadrie
#IKN #pemkot samarinda #OIKN #Pembangunan intake untuk IKN