Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dua Pengetap BBM Pembunuh Aipda Kiswanto Berasal dari Kalsel, Kapolres: Beliau Akan Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Uways Alqadrie • Rabu, 18 Desember 2024 | 09:57 WIB

TEWAS DIBUNUH: Dua pelaku pembunuh Aipda Kiswanto saat menjalani pemeriksaan di Polres Paser.  (FOTO: IST)
TEWAS DIBUNUH: Dua pelaku pembunuh Aipda Kiswanto saat menjalani pemeriksaan di Polres Paser. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, Aipda Kiswanto yang gugur saat menjalankan tugas akan mendapat kenaikan pangkat luar biasa. Kepastian itu dinyatakan Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo. Saat ini, pelaku penyelundupan BBM, IN (37) dan SA (33) yang berasal dari Kalimantan Selatan sudah diamankan di Polres Paser.

Jenazah Aipda Kiswanto kini telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Balikpapan untuk dilakukan otopsi. Pada hari ini, jenazah akan diterbangkan ke Lamongan, Jawa Timur, untuk dimakamkan. Pihak Polres Paser juga akan memberikan penghormatan dan mendampingi keluarga almarhum hingga ke rumah duka. Sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanannya, Aipda Kiswanto akan mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dan akan dimakamkan secara militer.

"Atas pengorbanan almarhum, beliau akan mendapat kenaikan pangkat luar biasa dan dimakamkan dengan upacara militer," tambah Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo. 

Sementara itu dari hasil pemeriksaan terungkap, BBM ilegal dengan jenis pertalite diangkut menggunakan mobil pikap, rupanya berasal dari Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Pelaku berencana akan menyebar BBM itu di wilayah Kecamatan Muara Komam dan Batu Sopang, ada 30 jerigen dan 15 di antaranya sudah tersalurkan atau diecer, setiap jerigen itu masing-masing berkapasitas 25 liter.

Saat ini, Polres Paser masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku di Unit Reskrim Polres Paser. 

"Masih kami lakukan pendalaman dulu, apakah pelaku ini dikenakan pasal berlapis. Entah itu pasal BBM ilegal, ataupun pasal penganiayaan yang menimbulkan korban jiwa," urai Novy. 

Penganiayaan bermula saat Aipda Kiswanto tengah menjalankan tugas operasi penindakan BBM ilegal di RT 05 Desa Batu Botuk, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Selasa (17/12/2024) sekitar pukul 10.30 Wita.

Saat itu Aipda Kiswanto bertugas bersama dua anggota lainnya. Mereka melaksanakan patroli dan operasi penindakan BBM ilegal. 

Lalu tim mendapati sebuah mobil pikap mencurigakan yang diduga mengangkut BBM jenis Pertalite tanpa izin yang selama ini menjadi target operasi polisi. 

Sesampainya di lokasi, mobil yang dimaksud, sebuah Daihatsu Gran Max Pick Up dengan nomor polisi DA 8048 BX, sudah berhenti di Desa Batu Butok. Aipda Kiswanto dan rekannya segera menghampiri mobil tersebut dan melakukan pemeriksaan. Saat korban hendak memeriksa bagian belakang mobil, salah satu pelaku, IN (37), langsung menyerang Aipda Kiswanto dengan memukul kepalanya.

Pelaku memukul Aipda Kiswanto berulang kali menggunakan tangan di bagian kepala yang menyebabkan korban terluka.

Aipda Kiswanto kemudian segera dilarikan ke Puskesmas Muara Komam. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

AKBP Novy mengungkapkan bahwa peristiwa ini sangat mengejutkan, terutama karena Aipda Kiswanto adalah anggota yang sudah lama bertugas di Polsek Batu Sopang dan dikenal baik oleh rekan-rekannya.

"Kami merasa trauma, almarhum adalah sosok yang baik dan sudah lama di Batu Sopang," ujarnya.

Editor : Uways Alqadrie
#polda kaltim #Polisi tewas dihajar pengetap BBM #polres paser #Polsek Batu Sopang