Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pengakuan Terbaru Kakak Ipar Bunuh Adik Ipar dengan Sianida di Palembang: Rika Dendam Gara-gara Disebut Anak Haram

Uways Alqadrie • Sabtu, 21 Desember 2024 | 05:35 WIB
BERAKHIR: Rika Amalia nekat menghabisi Aisyah Nur Fadilah (13) gara-gara dendam ke Sumut kesumat. (FOTO: IST)
BERAKHIR: Rika Amalia nekat menghabisi Aisyah Nur Fadilah (13) gara-gara dendam ke Sumut kesumat. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, Usai sudah pelarian Rika Amalia (19) setelah membunuh adik iparnya, Aisyah Nur Fadilah (13) dengan jamu yang dicampuri racun potas alias sianida. Rika mencoba kabur ke Lampung karena ketakutan, tapi berhasil diamankan anggota Polrestabes Palembang amankan pada Kamis (19/12/2024) dini hari. 

Tersangka dihadirkan dalam konferensi pers Polrestabes Palembang, Jumat (20/12). Polisi telah menetapkan Rika (19) sebagai tersangka usai meracuni adiknya, ANF, hingga meninggal dunia.

Kapolrestabes Palembang Kombes Harryo Sugihhartono mengatakan peristiwa itu terjadi di Kelurahan 5 Ulu, Palembang, pada Rabu (18/12) sekitar pukul 13.00 WIB. Kasus ini berawal saat Rika menantang korban untuk meminum jamu buatannya tanpa muntah.

Rika mengaku sempat jamu tersebut didapatkan dari seorang temannya. 

Tersangka Rika mengaku dendam kesumatnya muncul setelah adanya keributan dengan korban gara-gara ia ketahuan menyadap ponselnya.

Peristiwa tersebut terjadi Agustus 2024 lalu. Sudah didamaikan pihak keluarga. Hingga akhirnya pada Rabu (18/12/2024) terjadi peristiwa pembunuhan dengan cara diracuni," tutur Harryo.

Dari dari perselisihan tersebut, korban disebut Rika kerap uring-uringan bahkan kerap mengeluarkan kata-kata kasar kepadanya, seperti sebutan lonte dan anak haram.

"Sumpah tapi saya tidak berniat membunuh, saya cuma ingin menyakiti badannya saja. Saya tidak tahu bisa seperti ini," kata RK.

Tersangka juga mengaku kesal dengan perilaku suaminya yang jelalatan dengan wanita cantik. Hal itu terkadang menjadi pertengkaran kecil dalam rumah tangganya.

"Makanya saya harus mempercantik diri agar suami saya jelalatan lagi," kata RK.

Sejak menikah, tersangka RK merasa keberadaannya tak dianggap sebagai keluarga suaminya. Hal itu membuatnya bersikap cuek dan tertutup kepada ipar dan mertua.

Tersangka mengaku menyesali perbuatannya dan siap bertanggungjawab secara hukum. Dia menyampaikan permintaan maaf kepada suami dan keluarga besarnya.

"Saya menyesal pak, tapi jujur saya tidak ada niat membunuh. Saya minta maaf sebesar-besarnya," kata RK.

Editor : Uways Alqadrie
#Kakak ipar bunuh adik ipar dengan sianida di Palembang #racun potas #polda sumsel #poltabes palembang #sianida