Dari 69 orang yang dibawa, 64 adalah penumpang sedangkan 5 orang lainnya merupakan kru pesawat. Dari total tersebut, 38 orang dinyatakan meninggal dunia.
Menurut informasi, Pesawat Azerbaijan Airlines jatuh saat sedang dalam perjalanan dari Baku, Azerbaijan, menuju Grozny di Chechnya, Rusia.
Dilansir dari Meduza, Azerbaijani Press Agency melaporkan, pesawat tersebut mengeluarkan sinyal darurat di atas Laut Kaspia sebelum dialihkan ke Kazakhstan untuk pendaratan darurat.
Kronologi Kecelakaan Pesawat Azerbaijan Airlines
Mengenai penyebab jatuhnya pesawat, baik Azerbaijan Airlines maupun otoritas penerbangan Rusia mengaitkan kecelakaan tersebut dengan tabrakan burung.
Mulanya, pesawat tersebut tidak dapat mendarat di Grozny karena kabut tebal. Sehingga diarahkan ke Makhachkala sebelum akhirnya dikirim melintasi Laut Kaspia menuju Aktau.
Menurut laporan Meduza, saksi mata mengatakan bahwa tabung oksigen meledak di dalam pesawat setelah benturan, yang menyebabkan penumpang mulai kehilangan kesadaran.
Data dari Flightradar24 menunjukkan pesawat berputar-putar di sekitar bandara sebelum kecelakaan.
Sementara rekaman dari lokasi kecelakaan memperlihatkan pesawat turun dengan sudut curam sebelum menghantam tanah dan meledak di ladang dekat Bandara Akta.
Respons Pimpinan Chechnya, Kremlin, hingga Putin
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menyampaikan belasungkawa melalui Telegram setelah kecelakaan pesawat dan mendoakan agar yang terluka cepat sembuh.
Sedangkan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan, Moskow menyampaikan rasa simpati yang mendalam kepada mereka yang kehilangan orang tercinta dalam kecelakaan di Aktau dan mendoakan pemulihan yang cepat bagi yang terluka.
Demikian pula Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia telah menelepon Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev untuk menyampaikan belasungkawa.
Sementara merespons terjadinya kecelakaan tersebut, Ilham Aliyev memutuskan untuk meninggalkan KTT CIS di Rusia dan kembali ke Baku. (*)
Editor : Almasrifah