KALTIMPOST.ID, Awal 2025, Martapura, Kalimantan Selatan, akan menjadi tempat berkumpulnya hampir 3 juta jamaah dari seluruh Indonesia untuk memperingati Haul Guru Sekumpul.
Acara digelar pada Minggu malam, 5 Januari 2025, di Mushala Ar-Raudhah Sekumpul. Menandai peringatan ke-20 atas wafatnya KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, atau yang lebih dikenal dengan Abah Guru Sekumpul.
Namun ada juga yang memperkirakan pada Sabtu malam 4 Januari 2025. Prediksi itu, merujuk selisih hari antara tahun masehi dan hijriah, yaitu sekitar 11-10 hari. Mengetahui prediksi pelaksanaan Haul Guru Sekumpul tepat setelah perayaan tahun baru 2025. Maka, tentu saja warga atau jamaah Guru Sekumpul harus bersiap-siap diri.
Acara puncak ini merupakan inti dari rangkaian peringatan haul dan diharapkan akan dihadiri oleh ribuan jamaah. Kehadiran mereka bukan hanya untuk mengenang jasa Abah Guru Sekumpul, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi antar sesama.
Tidak hanya umat Islam dari Kalimantan, tetapi jamaah dari berbagai penjuru tanah air juga diperkirakan akan turut hadir dalam acara ini. Diharapkan, acara ini akan berjalan dengan lancar dan membawa keberkahan bagi semua yang hadir.
Pada Haul 2024 kemarin saja, ada 3 juta orang datang ke Haul Abah Ijai itu. Kapolres Banjar AKBP Ifan Hariyat pada Januari 2024 lalu menyatakan Haul Abah Guru Sekumpul yang dihadiri diperkirakan 3 juta orang lebih.
Banyaknya orang datang ke Kabupaten Banjar, tentu saja membuat aparat kepolisian bekerja ekstra untuk melakukan pengamanan.
Berduyun-duyun orang datang mengikuti Haul Abah Guru Sekumpul juga membuat perhatian Kapolda Kalsel. Kapolda Kalsel Irjen Winarto pada Januari 2024 memperkirakan jemaah yang datang lebih dari 2,5 juta orang.
Sebelum puncak acara, terdapat tradisi yang telah berlangsung sejak masa hidup Abah Guru Sekumpul, yaitu pembacaan Maulid Habsyi setiap malam Senin sebelum acara puncak.
Selain itu, ada juga doa arwah dan pembacaan Yasin yang dilakukan setelah waktu Magrib. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari proses spiritual bagi jamaah yang hadir.
Bagi mereka, ini adalah kesempatan untuk mendoakan almarhum sekaligus memperdalam penghayatan terhadap ajaran-ajaran yang telah ditanamkan oleh Abah Guru Sekumpul.
Editor : Uways Alqadrie