Pesawat Jeju Air 2216 berangkat dari Bangkok menuju Bandara Internasional Muan, Korea Selatan membawa 181 orang (informasi lain menyebutkan membawa 175 penumpang dan enam awak). Ketika jatuh, pesawat tergelincir di sepanjang landasan pacu dan menghantam pagar serta dinding di sekelilingnya sebelum terbakar.
Menurut kantor berita Yonhap, Boeing 737-800 kemungkinan mengalami tabrakan dengan burung yang menyebabkan roda pendaratan tidak berfungsi. Pesawat itu dilaporkan telah mencoba satu kali pendaratan sebelum terpaksa melakukan "go-around" ketika roda pendaratan tidak dapat diturunkan secara normal.
Sejauh ini pihak berwenang sedang berupaya menyelamatkan orang-orang di bagian ekor, kata seorang pejabat bandara kepada Reuters. Video yang dibagikan oleh media lokal menunjukkan pesawat bermesin ganda itu meluncur di landasan tanpa roda pendaratan yang jelas sebelum menghantam dinding dan menimbulkan ledakan api dan puing-puing. Foto-foto lain menunjukkan asap dan api melahap bagian-bagian pesawat.
Situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 mengatakan pesawat itu tampaknya adalah Boeing 737-800. Boeing tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Pilot pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 2216 dari Bangkok tampaknya berupaya melakukan pendaratan darurat setelah roda pendaratan pesawat gagal berfungsi dengan benar.
Selama upaya pendaratan darurat, pesawat tidak dapat mengurangi kecepatannya saat mendekati ujung landasan pacu, menurut pejabat di lokasi kejadian. Pesawat kemudian menabrak struktur bandara di ujung landasan pacu, mengakibatkan kerusakan parah pada badan pesawat dan memicu kebakaran.
Pilot dilaporkan telah mencoba satu pendaratan sebelum dipaksa untuk "berputar-putar" ketika roda pendaratan gagal turun secara normal. Go-around adalah manuver penerbangan standar di mana pilot membatalkan upaya pendaratan dan berputar-putar untuk mencoba lagi. Tabrakan burung diduga telah menyebabkan kerusakan roda pendaratan.
Editor : Uways Alqadrie