Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Berat Jumriah asal Parepare Sulawesi Selatan Mencapai 200 Kg: Kini Tak Bisa Berdiri, Hanya Bisa Merangkak

Uways Alqadrie • Jumat, 10 Januari 2025 | 19:23 WIB
KESULITAN: Sejak bobot Jumriah menembus 200 kg, kini sehari-hari hanya bisa duduk dan merangkak atau ngesot ketika mau berpindah tempat. (FOTO: IST)
KESULITAN: Sejak bobot Jumriah menembus 200 kg, kini sehari-hari hanya bisa duduk dan merangkak atau ngesot ketika mau berpindah tempat. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, Aktivitas sehari-hari Jumriah (45) kini terbatasi setelah mengalami obesitas. Hanya bisa merangkak, duduk sambil berusaha menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga. Berat badan wanita asal kota Parepare Sulawesi Selatan tersebut mencapai 200 kilogram. 

Peningkatan berat badan Jumriah mulai terjadi sejak menerima vaksin Covid-19 beberapa tahun lalu. Puncaknya terjadi November 2024 lalu, ibu rumah tangga tersebut tidak mampu berdiri lagi karena kaki sudah tak sanggup menopang berat badan. 

Akhirnya untuk berjalan harus ngesot atau merangkak. Namun sebagai ibu dari anak-anaknya tetap berusaha menjalankan tugas sebagai ibu yang baik yakni mencuci dan memasak. *

Menurut Jumriah, berat badannya terus bertambah hingga pada November 2024, dan kini ia hanya bisa duduk atau merangkak untuk melakukan aktivitas sehari-hari di rumah. Dengan cara merangkak, Jumriah tetap berusaha menjalankan tugas rumah tangga, seperti mencuci pakaian dan memasak.

Melihat kondisi yang dialami oleh warganya, pemerintah setempat kini tengah berupaya mengatasi masalah ini dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk dokter spesialis gizi, untuk membantu proses penyembuhan Jumriah.

"Semenjak terpapar Covid-19, beliau semakin jarang keluar rumah. Menurut informasi yang kami terima, setelah vaksinasi, beliau merasakan ada peningkatan berat badan yang signifikan. Hal ini menyebabkan Jumriah semakin malas bergerak (mager), sehingga obesitas yang dialaminya semakin parah," jelas Camat Soreang, Awalluddin, saat ditemui bersama Lurah Bukit Indah, Akbar, pada Rabu (8/1/2024).

Upaya Jumriah untuk menurunkan berat badan, seperti rutin menjalankan puasa Senin-Kamis dan Puasa Daud, ternyata belum memberikan hasil yang signifikan. Sebaliknya, berat badannya justru semakin meningkat, kini mencapai 200 kilogram.

"Menurut informasi yang kami terima, saat ini berat badan beliau sudah mencapai lebih dari 2 pikul, atau sekitar 200 kilogram setelah melakukan vaksin Covid-19. Secara medis, beliau harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut, seperti USG, karena ada indikasi obesitas yang sangat parah," ujar Awalluddin.

Pada kesempatan yang sama, Awalluddin juga mengungkapkan hasil video call dengan dokter yang menunjukkan adanya cairan yang keluar dari pusar Jumriah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran adanya masalah pada organ dalam tubuhnya.

"Setelah video call dengan dokter, diperlihatkan ada cairan yang keluar dari pusar. Ini yang kami khawatirkan karena bisa jadi ada gangguan pada organ dalam tubuhnya," tambahnya.

Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat, rencananya Jumriah akan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Mudah-mudahan hari ini, atau paling lambat besok, kita sudah bisa membawanya ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut," tegas Camat Awalluddin.

Ia berharap dengan perawatan yang tepat, Jumriah bisa sembuh dari obesitas setelah vaksin Covid-19 yang dideritanya dan dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa. 

Editor : Uways Alqadrie
#parepare #Jumriah asal Parepare berbobot 200 kg #sulawesi selatan