KALTIMPOST.ID, Sebelum mengakhiri hidup dengan gantung diri di pohon asam, Pratu Andi Tambaru sempat bertemu Prada Ricky Dillak di Komplek Bandara DC Saudara, Desa Persiapan Lomin, Kecamatan Lobalian, Kabupaten Rote Ndao, tak jauh dari lokasi dia ditemukan tewas gantung diri pada minggu 12 Januari sekitar pukul 04.20 Wita.
"Saat bertemu Prada Ricky Dillak, Pratu Andi sempat meminta sebatang rokok," kata Danrem 161 Wira Sakti Kupang, Brigadir Jenderal TNI Joao Xavier Barreto Nunes.
Dia gantung diri di pohon sekitar pukul 04.38 Wita, namun sebelumnya sempat mengirim pesan lewat whatsapp kepada pacarnya yang berbunyi, "Tolong cari lokasi saya lewat I cloud, sayang. Saya sayang kamu. Jangan lupa mama dan bapak di Rote."
Manja Mooy sempat menghubungi Pratu AT lewat telepon namun, tidak lagi mendapatkan jawaban hingga ditemukan oleh petugas bandara yang sedang dalam perjalanan ke bandara sekitar pukul 07.15 Wita.
Seperti diketahui, Andi dituntut oleh orang tua kekasihnya, Manja Mooy, untuk segera menikahi putrinya. Namun, Andi diminta menyiapkan mahar uang sebesar Rp250 juta. Merasa terbebani, Andi pun memutuskan untuk bunuh diri.
Sementara itu, Manja kini merasa kehilangan sosok kekasihnya. Dalam unggahannya di Facebook, Manja menuliskan pesan pilu untuk Andi. Pesannya itu pun bahkan menunjukkan bahwa Manja diduga tengah berbadan dua alias hamil.
"Sayang, kita kan mau nikah, jalan ajak nona to saya, kamu tega kasih tengah nona sendiri dengan ini anak ko? Manja terlalu kua hadapi semua masalah tapi kalau berkaitan dengan kamu nona mati sayang. atau Manja terlalu cinta kamu melebihi Tuhan sampe Tuhan izinkan ini terjadi di Manja," tulisnya, dikutip Kilat.com dari Facebook Manja Mooy pada Senin, 13 Januari 2025.
"Sayang, kamu satu-satunya laki-laki yang nona percaya dan benar-benar terima beta pu semua, beban hidup dibagi di nona to, kenapa kamu memilih untuk sendiri. Sependian kamu ini sayang, nona sangat hancur. Tanah, tabungan, pakaian semua sudah di planning baik-baik, Nona patah-patah betul sayang e @andirambaru_," sambungnya.
Editor : Uways Alqadrie