Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Eksodus Pengguna TikTok AS ke Xiaohongshu: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Dwi Puspitarini • Selasa, 14 Januari 2025 | 17:30 WIB
Ilustrasi. Larangan TikTok di AS memicu migrasi kreator konten ke Xiaohongshu atau Red Note.
Ilustrasi. Larangan TikTok di AS memicu migrasi kreator konten ke Xiaohongshu atau Red Note.

 

 

KALTIMPOST.ID, Krisis TikTok di Amerika Serikat menciptakan migrasi besar-besaran ke aplikasi Cina, Xiaohongshu, yang dikenal juga sebagai "Red Note".

Pengguna TikTok yang terancam kehilangan platform-nya kini mulai mengeksplorasi media sosial baru ini, menciptakan interaksi budaya yang unik di dunia maya.

Setelah pemerintah AS mengesahkan undang-undang yang memaksa TikTok dijual atau ditutup, kreativitas pengguna AS tak terbendung.

"Ya, saya dari AS, karena larangan TikTok. Ada yang dari AS juga?" tulis seorang pengguna Xiaohongshu yang baru bergabung.

Komentar-komentar balasan menunjukkan lokasi mereka, seperti California, New York, hingga Texas.

 Baca Juga: Longsor Nyaris Timpa Rumah Warga

Menurut laporan JingDaily, popularitas Xiaohongshu melonjak drastis dengan tagar seperti #RedNote dan #TikTokRefugees menjadi viral.

Hingga Senin (13/1), aplikasi ini menduduki puncak unduhan di Apple App Store di AS.

Kehadiran pengguna AS di platform ini memicu beragam reaksi dari netizen Tiongkok.

Seorang pengguna Xiaohongshu menulis, “Mengapa hari ini begitu banyak Bahasa Inggris masuk ke mataku?”. Yang lain mengeluh, “Saya tidak bisa membaca atau menerjemahkannya.”

Namun, beberapa netizen menyambut hangat pendatang baru dengan menulis, “Akhirnya kita bersama-sama mendobrak tembok tak kasat mata.”

Bahkan, sejumlah pengguna menawarkan bantuan dalam bentuk penerjemahan atau menjelaskan cara kerja aplikasi.

 Baca Juga: Jangan Ketinggalan, eFootball Bakal Ramaikan Event Kaltim Post Fun Run 2025

Bagi David Yang, seorang lulusan magister asal Tiongkok yang tinggal di Paris, perubahan ini terasa signifikan.

"Sekitar seperempat konten di halaman beranda saya sekarang berasal dari pengguna TikTok," ujarnya kepada WIRED.

Banyak dari mereka berbagi cerita pribadi, bertanya tentang budaya Tiongkok, atau sekadar menggunakan aplikasi seperti TikTok.

Sarah Fotheringham, pengguna asal Utah, mengaku terkejut dengan keramahan netizen Tiongkok.

“Orang-orang membantu saya memahami aplikasi ini. Mereka bahkan menawarkan menerjemahkan atau menambahkan teks Inggris ke video,” katanya.

Salah satu komentar paling berkesan datang dari seorang pengguna Tiongkok yang menulis, "Wow, ini seperti melihat di atas tembok Cina."

 Baca Juga: Digadang Berkualitas, Lapangan Latihan Stadion Batakan Sudah Bisa Dipakai Bulan Depan

Meski saat ini masih terasa seperti fase eksplorasi, pakar memperkirakan momen kejutan budaya atau bahkan gesekan sosial bisa terjadi.

“Ini bagian dari proses untuk saling mengenal lebih dalam,” tambah David Yang.

Bagi pengguna baru, Xiaohongshu menawarkan sesuatu yang unik—platform dengan dominasi konten pribadi dari pengguna biasa dibandingkan pengaruh besar dari selebritas. Tak heran jika aplikasi ini memberikan pengalaman segar bagi "pengungsi TikTok." (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#aplikasi media sosial Cina #pengungsi TikTok #Xiaohongshu #pengguna TikTok pindah #Larangan TikTok Di Amerika Serikat #Red Note