Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pro Kontra Makam 'Wali Lima' di Ngawi: PWI Bongkar, Warga Protes!

Dwi Puspitarini • Rabu, 15 Januari 2025 | 16:27 WIB

 

Aksi pembongkaran makam
Aksi pembongkaran makam

KALTIMPOST.ID, Pembongkaran lima makam yang disebut sebagai makam wali lima palsu di Desa Gayung, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, memicu kehebohan warga.

Aksi yang dilakukan oleh kelompok Perjuangan Wali Songo Indonesia (PWI) itu berlangsung pada Minggu (12/1) dan kini menyisakan banyak pertanyaan.

“Makam itu yang jelas palsu, tidak ada jasadnya. Ini hasil kesepakatan dengan warga agar tidak menyesatkan sejarah,” kata Ketua Harian PWI, Budi Cahyono, Rabu (15/1).

Makam-makam tersebut sebelumnya kerap dikunjungi oleh peziarah dari luar daerah, terutama pada Jumat Pahing.

 Baca Juga: Demi Keseragaman, Yuk Gunakan Penulisan Isra Mikraj yang Baku di Semua Media!

Warga setempat, Sunarsih, mengungkapkan bahwa makam itu dibuat pada 2009 oleh seorang kiai bernama Qosim dan diklaim sebagai peninggalan leluhur.

“Banyak orang datang untuk ziarah. Percaya tidak percaya, makam itu sudah dianggap ada sejak dulu,” ujar Sunarsih.

Namun, Ketua RT setempat, Agus Supriyanto, mendukung pembongkaran tersebut. Ia menyebut bahwa area makam dulunya adalah tempat pembuatan batu bata.

 Baca Juga: Tanam Jagung Serentak, Polres Mahulu Ikuti Rakor

“Kalau dibongkar ya rela saja, dulu itu tempat mencetak batu bata,” katanya.

PWI menegaskan bahwa pembongkaran dilakukan demi meluruskan sejarah agar masyarakat tidak terjebak dalam keyakinan yang salah.

Makam-makam tersebut kini telah rata dengan tanah, meninggalkan jejak kontroversi di kalangan warga dan peziarah. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#wali lima #ngawi #pwi #kontroversi #pembongkaran makam