Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Masa Kontrak Habis, Bangunan Gedung UGD Rumah Sakit HIS Tak Kunjung Rampung, Padahal Realisasi Pembayaran Capai 80 Persen

Sunardi Kaltim Post • Jumat, 17 Januari 2025 | 18:16 WIB
MELESET: Bangunan gedung UGD RSUD Harapan Insan Sendawar, belum rampung. (FOTO: SUNARDI/KP)
MELESET: Bangunan gedung UGD RSUD Harapan Insan Sendawar, belum rampung. (FOTO: SUNARDI/KP)

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Hingga berakhirnya kontrak kerja pada 27 Desember 2024 lalu, bangunan gedung UGD RSUD Harapan Insan Sendawar (RSUD HIS) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), tak kunjung rampung.

Dari pantauan di lapangan masih dikebut pengerjaannya. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp 5,9 miliar bersumber dari BLUD RSUD HIS Tahun Anggaran 2024.

Direktur RSUD HIS Kabupaten Kubar, I Nyoman Mahardika mengaku, proyek pembangunan gedung UGD memang belum rampung pengerjaannya .Meski Ia enggan menjelaskan progres pekerjaaan secara rinci.

"Masa berakhir kontrak seharusnya pada 27 Desember 2024 lalu. Meski demikian, pengerjaan proyek tetap dilanjutkan dengan perpanjangan (adendum) kontrak karena keterlambatan pengerjaan proyek. Kontraktor setiap hari dikenakan denda sebesar 1/1000, dari total keseluruhan anggaran," terangnya pada Kamis (17/1/2025).

Masih menurut I Nyoman pembayaran proyek ini sudah mencapai 80 persen dari pagu anggaran. Dilakukan secara bertahap, yakni uang muka sebesar 30 persen dan pembayaran termin II sebesar 50 persen, sehingga total 80 persen anggaran telah dibayar ke kontraktor pelaksana PT Talita.

Menurut I Nyoman dalam pelaksanaan pembangunan gedung UGD tersebut terjadi perbedaan antara rencana proyek yang telah ditetapkan dengan hasil yang dicapai selama pelaksanaan atau deviasi.

Deviasi itu disebabkan kurangnya tenaga kerja yang disediakan oleh kontraktor. Selain itu untuk mendapat harga yang lebih murah kontraktor membawa material bangunan dari luar Kabupaten Kubar.

"Keterlambatan pengerjaan proyek karena keterbatasan masalah tenaga, kemudian juga bahan-bahannya dibawa dari luar, di Samarinda kan jauh lebih murah. Anggaran Rp 5,9 miliar, dengan ukuran sekian, itu memang jauh di bawah," sebutnya

Editor : Uways Alqadrie
#Pemkab Kutai Barat #RSUD harapan Insan Sendawar