Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Nasib Agus Salim Makin Nelangsa, Uang Donasi Dialihkan ke Korban Letusan Gunung Lewotobi, Kini Ribut Ingin Penjarakan Densu

Hernawati • Sabtu, 18 Januari 2025 | 09:40 WIB
Babak baru Agus Salim, korban penyiraman air keras.
Babak baru Agus Salim, korban penyiraman air keras.

KALTIMPOST.ID, Uang donasi Agus Salim senilai Rp 1,3 miliar akhirnya dialihkan kepada 10.000 korban erupsi bencana alam Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT). Awalnya uang donasi tersebut diperuntukkan untuk pengobatan mata Agus Salim, korban penyiraman air keras.

Namun, karena Agus Salim tidak memiliki iktikad baik untuk menjalani pengobatan yang telah disediakan sebelumnya, akhirnya Pratiwi Noviyanthi, Denny Sumargo, Ketua Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan Gerry Julian, dan kuasa hukum donatur Pablo Benua bersepakat dana tersebut dialihkan ke korban bencana alam.

Kesepakatan mengenai pengalihan dana ini telah mendapat restu dari para donatur yang memang menginginkan ada solusi terbaik untuk mengakhiri polemik yang sempat memanas.

Agus Salim yang mengetahui hal itu merasa kecewa. Dia menyebut merasa dipermainkan dan mempertanyakan niat pihak-pihak yang terlibat dalam penggalangan dana tersebut.

“Kalau kecewa, ya pasti kecewa lah gitu. Ya itu kan sebagai bahan olok-olokan mereka buat saya jadinya gitu. Mereka niatnya ngebantu apa mau mempermainkan saya,” ujarnya.

Melalui kuasa hukumnya Rizaldi Hendriawan, Agus berencana mengambil langkah hukum terhadap 10 ribu warga NTT yang terima bantuan donasi.

“Untuk peringatan juga kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur, jangan menerima uang dari DS dan G. Karena uang tersebut milik Agus, untuk pengobatan mata Agus,” ucap Rizaldi Hendriawan, Rabu (15/1).

Pihak Agus Salim menilai, para warga NTT yang mendapatkan bantuan donasi tersebut telah terlibat dalam tindak pencucian uang yang dilakukan Denny Sumargo dan Gerry Julian.

“Jika memang nanti ada masyarakat NTT yang terima uang tersebut, hati-hati sudah diperingatkan pengacara Farhat Abbas. Kalau terima uang tersebut bisa diduga terkena pasal pencucian uang,” kata dia.

“Kalau memang ada bukti ya, nanti ada penerima dari DS dan G, maka kita akan segera melaporkan penerima manfaat di NTT. Kita sudah peringatkan. Bila tetap menerima, ada langkah upaya hukum untuk masyarakat NTT itu,” lanjutnya.

Tak hanya itu, pihak Agus Salim juga serius untuk memenjarakan Denny Sumargo dan Gerry Julian. Bahkan baru-baru ini lelaki yang kini mengalami kebutaan sudah melaporkan Pratiwi Noviyanthi, Denny Sumargo, Gerry Julian, dan Pablo Benua ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penggelapan dana.

“Laporan yang kami ajukan terkait penggelapan dana sumbangan sejumlah Rp 1,3 miliar yang dilakukan DS, NP, G, dan PB. Mereka ini adalah otaknya untuk melakukan pengalihan dana donasi kepada korban bencana alam NTT,” jelasnya.

Sementara itu, Gerry Julian mengungkapkan, pihak Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengetahui perihal pengalihan donasi Agus Salim ke korban letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Kepada Direktur Potensi dan Sumber Daya Sosial Kemensos Laode Taufik, Gerry Julian telah menyerahkan laporan donasi tersebut

“Yang pasti sebagai regulator, normative aja. Dari pihak beliau-beliau menyampaikan kalau ke depannya ingin mengumpulkan uang lagi agar sesuai aturan, agar tidak ada polemik ke depannya,” ucapnya.

Yang penting, lanjut Gerry, laporannya terperinci, jelas, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Diketahui donasi Rp 1,3 miliar ditambah oleh istri Densu Rp 400 juta, jadi totalnya Rp 1,7 miliar. Uang tersebut dibelikan keperluan sehari-hari menjadi 20 truk untuk dibagikan ke korban letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Editor : Hernawati
#uang donasi #pratiwi noviyanthi #gerry julian #Agus Salim Korban Penyiraman Air Keras #pablo benua #denny sumargo