Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Efek Trump: AS Resmi Tinggalkan WHO, Dana dan Pengaruh Global Terancam!

Dwi Puspitarini • Selasa, 21 Januari 2025 | 12:36 WIB

 

Presiden AS Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump.

KALTIMPOST.ID, Keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menarik diri dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi diumumkan pada Senin (20/1/2025).

Presiden AS Donald Trump menandatangani keputusan ini segera setelah pelantikannya untuk masa jabatan kedua.

Langkah ini memicu kontroversi karena dianggap mengancam stabilitas kesehatan dunia.

“Organisasi Kesehatan Dunia menipu kita,” ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.

Ia menegaskan bahwa keputusan ini diambil karena WHO dinilai gagal selama pandemi COVID-19 dan terlalu berpihak pada China.

 Baca Juga: Jelang Pelantikan Donald Trump, IHSG Beri Sinyal Mengejutkan di Awal Pekan

Keputusan ini tidak hanya berdampak pada WHO, tetapi juga memengaruhi posisi Amerika Serikat dalam kerja sama kesehatan global.

Lawrence Gostin, profesor hukum kesehatan global dari Georgetown University, menyebut langkah ini sebagai "keputusan berbahaya."

Menurutnya, AS kehilangan akses penting terhadap data wabah global. “Ini adalah luka berat bagi kepentingan nasional Amerika dan keamanan nasional kita,” tegasnya.

Selain itu, WHO kini menghadapi tantangan besar dalam pendanaan. Amerika Serikat selama ini menjadi kontributor terbesar dengan donasi lebih dari USD 1,2 miliar selama 2022-2023.

 Baca Juga: Instagram Ubah Rasio Feed Jadi 4:5, Begini Cara Kembalikan ke 1:1!

Kehilangan dana sebesar itu membuat WHO harus mencari sumber pendanaan alternatif.

“WHO harus melakukan rekayasa finansial agar tetap berjalan,” ujar Prof Tjandra Yoga Aditama, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara.

Para pengamat juga mengkhawatirkan pengaruh negara lain, seperti China dan Rusia, yang bisa semakin dominan di WHO.

Elisha Dunn-Georgiou, Presiden Global Health Council, menyebut ini sebagai "peluang bagi negara lain untuk mengarahkan kebijakan WHO."

Namun, tidak semua pihak pesimis. Brett Schaefer dari Heritage Foundation mengatakan bahwa AS tetap bisa memimpin isu kesehatan global melalui lembaga lain seperti GAVI atau Global Fund.

“Ada banyak cara untuk menangani masalah pandemi tanpa WHO,” ujarnya. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#Pendanaan WHO #trump #amerika serikat #as #who #Penarikan Diri