Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Daerah Irigasi di Kutim Akan Dibangun untuk Kejar Swasembada Pangan, Kementerian PU Anggarkan Rp 36,8 Miliar

Rikip Agustani • Selasa, 28 Januari 2025 | 11:19 WIB

SWASEMBADA PANGAN : Salah satu jaringan irigasi yang akan dibangun ada di Kecamatan Kaubun, Kutim. (FOTO: IST)
SWASEMBADA PANGAN : Salah satu jaringan irigasi yang akan dibangun ada di Kecamatan Kaubun, Kutim. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Jaringan irigasi yang ada di Kutai Timur (Kutim) akan direhabilitasi. Untuk mendukung pemantapan swasembada beras nasional, khusus kebutuhan masyarakat Kaltim. 

Di mana, ada 4 jaringan irigasi yang akan direhabilitasi dan dibangun melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda dengan total luasan jaringan mencapai 600 hektare. Dengan jumlah anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 36,8 miliar.

Berdasarkan laman LPSE Kementerian PU yang diakses pada Selasa (28/1) pukul 10.00 Wita, keempat jaringan irigasi yang akan direhabilitasi tersebut adalah Daerah Irigasi (DI) Pesap di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng senilai Rp 9,2 miliar. Kemudian rehabilitasi Di Tanah Abang terletak di Desa Sumber Sari Kecamatan Long Mesangat senilai Rp 9,2 miliar.

Selain itu, ada pembangunan DI Kaubun di Desa Bumi Rapak dan Bumi Jaya, Kecamatan Kaubun senilai Rp 11,2 miliar. Dan pembangunan DI Cipta Graha di Desa Cipta Graha, Kecamatan Kaubun senilai Rp 7,2 miliar. Di mana rehabilitasi DI yang ada di Kutim ini, guna mendukung misi pemantapan swasembada beras nasional. 

“Khususnya untuk keperluan konsumsi lokal dan mengimbangi peningkatan jumlah penduduk Kaltim, mendukung upaya-upaya pemerintah dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas lingkungan hidup khususnya di daerah pedesaan dan pengentasan kemiskinan,” tulis uraian singkat pekerjaan tersebut.  

Untuk mencapai DI yang ada di Kutim ini, harus menempuh perjalanan selama 5 jam dari Samarinda ke ibu kota kabupaten, Sangatta. Jika menuju ke DI Pesap, diperlukan waktu sekira 3 jam dari Sangatta ke Kecamatan Kongbeng lewat darat. Sementara itu, jika ingin menuju DI Kaubun maupun DI Cipta Graha membutuhkan waktu sekira 4 jam dari Sangatta ke Kecamatan Kaubun. 

Sementara itu, Untuk mencapai DI Sumber Sari dapat ditempuh dari Samarinda ke Kutai Kartanegara (Kukar) lewat darat dengan selama 2 jam. Lalu dari Kukar ke Kecamatan Long Mesangat di Kutim lewat darat ditempuh selama 4 jam. 

“Dengan adanya kegiatan rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi ini nantinya dapat meningkatkan produksi hasil pertanian. Terutama padi dan palawija, dari non teknis menjadi jaringan irigasi teknis. Sehingga dapat meningkatkan swasembada pangan, di Kabupaten Kutim pada umumnya,” keterangan dalam uraian singkat pekerjaan tersebut.

Peningkatan fungsi dan kondisi jaringan irigasi dari DI yang ada di Kutim ini masing-masing seluas 150 hektare. Dengan demikian luasan jaringan irigasi dari 4 DI yang akan direhabilitasi dan dibangun tersebut adalah 600 hektare. Yang memanfaatkan Sungai Pesap, Sungai Rapak, Sungai Kaubun, dan Sungai Mesangat. 

Sebagai sumber air yang potensi dan memenuhi syarat, untuk mengairi persawahan. Baik ditinjau dari segi volume air maupun luasan daerah genangan yang ada. 

“Melalui sistem Irigasi non teknis (tadah hujan) menjadi sistem irigasi teknis. Dan meningkatkan swasembada pangan, dan juga meningkatkan lahan pertanian yang kurang produktif menjadi lahan pertanian yang produktif,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan rehabilitasi maupun pembangunan jaringan irigasi di Kutim ini, berupa perbaikan bangunan box bagi sadap atau bangunan yang berfungsi untuk mengambil air dari sumber air dan membagi air ke saluran-saluran irigasi. 

Baca Juga: Peluncuran dan Bedah Buku Karya Unis Sagena: Dari Romansa ke Refleksi Kehidupan, Karya-Karya yang Syarat Kekuatan Diksi dan Tajam

Lalu perbaikan bangunan gorong-gorong, perbaikan saluran sekunder. perbaikan jalan inspeksi, dan pekerjaan normalisasi saluran pembuang.

Tahapan lelang saat ini, untuk pembangunan jaringan irigasi DI Cipta Graha adalah pengumuman pascakualifikasi. Yang telah dimulai sejak 24 hingga 30 Januari 2025. 

Yang diikuti oleh 57 peserta. Di mana penetapan dan pengumuman pemenang pada 27 Februari 2025. Dan penandatangan kontrak dijadwalkan pada 10 hingga 13 Maret 2025. Jadwal yang sama pada lelang pembangunan jaringan irigasi di Kaubun. 

Di mana pengumuman pascakualifikasi pada 24 sampai 30 Januari 2025. Dengan jumlah peserta lelang sebanyak 62 peserta. Penetapan dan pengumuman pemenang pada 27 Februari 2025, dan Penandatangan kontrak pada 10 hingga 13 Maret 2025.

Sementara pada lelang kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi DI Tanah Abang adalah tahapan pengumuman pascakualifikasi pada 24 Januari sampai dengan 4 Februari 2025. 

Yang diikuti oleh 69 peserta. Lalu pengumuman dan penetapan pemenang pada 10 Februari 2025. Dan penandatangan kontrak pada 20 hingga 21 Februari 2025. Jadwal yang sama pada kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi DI Pesap. Yang diikuti oleh 69 peserta. 

Editor : Uways Alqadrie
#irigasi #Kabupaten Kutai Timur #kementerian pu