Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kisah Tragis Bocah 10 Tahun di Nias Selatan: Disiksa Keluarga hingga Kaki Patah dan Tidur di Kandang Ayam!

Dwi Puspitarini • Rabu, 29 Januari 2025 | 18:14 WIB

 

 

Bocah perempuan di Nias Selatan terpaksa tidur di kandang ayam setelah bertahun-tahun mengalami penyiksaan brutal dari keluarganya sendiri.
Bocah perempuan di Nias Selatan terpaksa tidur di kandang ayam setelah bertahun-tahun mengalami penyiksaan brutal dari keluarganya sendiri.

KALTIMPOST.ID, Seorang bocah perempuan berusia 10 tahun di Nias Selatan, Sumatra Utara, mengalami penyiksaan mengerikan oleh keluarganya sendiri.

Kakinya patah setelah diinjak paman dan tantenya, sementara setiap malam ia terpaksa tidur di kandang ayam.

Korban akhirnya kabur karena tak tahan lagi. Ia ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan.

“Kami sering melihatnya tidur di kandang. Bukan hanya saya, banyak warga yang tahu,” ujar seorang saksi dalam video yang viral di media sosial.

Menurut Humas Polres Nias Selatan, Bripda M Diwan Hulu, polisi telah turun tangan.

“Kapolres sudah menurunkan tim untuk mendalami kasus ini. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan,” katanya.

Diketahui, bocah malang ini tinggal bersama kakek dan neneknya setelah kedua orang tuanya bercerai dan merantau.

Namun, alih-alih mendapat kasih sayang, ia justru mengalami kekerasan bertahun-tahun.

Baca Juga: PMI Ditembak Mati di Malaysia, DPR Geram: Ini Pelanggaran HAM Berat! 

Akun Facebook bernama Lider Giawa pertama kali membongkar kasus ini. “Ini sungguh biadab! Dari kecil sampai umur 10 tahun disiksa habis oleh kakek, nenek, paman, dan tantenya,” tulisnya.

Kini, korban telah diselamatkan oleh pihak kepolisian dan mendapat perawatan medis serta pendampingan psikologis.

Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan menyeret para pelaku ke meja hijau. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#nias selatan #penyiksaan anak #bocah tidur di kandang ayam #kekerasan anak #kandang ayam #bocah #kaki patah