Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Puluhan Rumah di Karang Joang Balikpapan Terendam Banjir, Warga Tuntut Solusi atas Proyek Tol IKN

Muhammad Ridhuan • Minggu, 2 Februari 2025 | 05:55 WIB
MEMINTA SOLUSI: Joko berdiri di dekat pancang Tol IKN yang ditengarai sebagai salah satu penyebab makin parahnya banjir di kawasan Karang Joang, Balikpapan.
MEMINTA SOLUSI: Joko berdiri di dekat pancang Tol IKN yang ditengarai sebagai salah satu penyebab makin parahnya banjir di kawasan Karang Joang, Balikpapan.

KALTIMPOST.ID -Jalan Tol IKN jadi salah satu pemicu banjir di kawasan Karang Joang, Balikpapan. Puluhan warga pun kini berharap solusi dari pemerintah.

Pos Awak Kaltim mendatangi RT 6, Karang Joang. Dari Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 10, masuk ke Jalan Tepo sejauh 2,2 kilometer.

Hingga menemukan deretan tiang pancang proyek Tol IKN yang berdiri melintasi jalan organisasi. Bersebelahan dengan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).

Awak media juga bertemu Joko. Ketua Karang Taruna yang menjadi juru bicara RT setempat.

“Satu minggu yang lalu, ada tiga kali wilayah kami banjir dalam sepekan. Tingginya bisa sampai sepinggang orang dewasa,” ungkap Joko ditemui di rumahnya yang lokasinya dekat proyek Tol IKN Seksi 3A.

Kata Joko, memang daerahnya merupakan wilayah rawan banjir. Dan memang sering terjadi banjir, jika curah hujan tinggi dan berlangsung lama. Pasalnya berada di titik terendah dan menjadi pembuangan udara dari tiga kawasan sekaligus di Balikpapan Utara.

Baca Juga: Empat Tuntutan Mahasiswa GMNI untuk Proyek Tol IKN di Balikpapan

Di sana mengalir sungai-sungai kecil yang disebutnya bermuara di Waduk Manggar. Namun meski rawan banjir, lanjutnya tidak sesering dan sedalam sebelum adanya Tol IKN. Hanya pada kasus hujan deras mengguyur lebih dari 1 jam saja.

“Tapi sekarang hujan deras sebentar saja sudah banjir. Kenapa? Mas lihat sendiri. Sungai dipancang,” tunjuk Joko saat menemani awak Kaltim Post di lokasi proyek yang ditudingnya menyebabkan banjir di wilayah tersebut semakin parah.

Joko memang kesal jika bicara soal dampak Tol IKN. Karena sejak awal pembangunannya, banyak hal yang telah meninggal instansi yang berkepentingan.

Mulai ganti rugi tanah hingga penanganan akses jalan warga yang dibongkar akibat pembangunan. Warga pun dua pekan lalu, sebut dia, sampai harus meminta bertemu dengan pihak tol untuk menanyakan solusi banjir.

“Namun tidak bisa ditemui dan terkesan menghindar. Padahal kami ingin masalah banjir ini karena sampai sekarang belum dicari solusi terbaiknya,” ucap Joko.

Dia menyebut, dampak banjir sejak dulu tidak hanya dirasakan warga di RT 5. Namun RT lain seperti RT 6 ikut terdampak.

Baca Juga: Ganti Rugi Lahan Tol IKN: 52 Bidang Tanah Dibayarkan, Ini Detailnya

Pasalnya, jika banjir, jalan sebagai akses satu-satunya keluarnya organisasi ke Jalan Soekarno-Hatta terputus akibat terendam air.

Kata dia, jika air sebelumnya bisa surut dengan cepat, kini berjam-jam baru bisa dilintasi. Tidak hanya merendam jalan, namun juga organisasi.

“Ada puluhan rumah yang terdampak. Kami bukannya tidak mendukung proyek Tol IKN. Bahkan kami awalnya menyambut dengan baik. Karena memang sudah ada janji-janji dari pemerintah itu mulai pembebasan tanah dan sebagainya bisa kami terima. Apalagi ini PSN (proyek strategi nasional). Seharusnya pengerjaannya tidak membuat warga menderita,” bebernya.

Dari pengamatan Kaltim Post di titik penyebab banjir, sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pembuatan badan jalan yang berada di atas ketinggian.

Puluhan tiang pancang dipasang di atas lahan yang beberapa di antaranya ditanam di atas badan saluran udara.

“Kalau pekerjaan profesional, seharusnya sebelum ada pekerjaan, kontraktor membuat saluran baru agar udara bisa mengalir lancar. Ini tidak. Sungai dipancang sampai sekarang belum dibuatkan saluran barunya,” ujarnya. (rd)

Editor : Romdani.
#tol Balsam #terendam banjir #ibu kota nusantara #tol ikn #Tol IKN Seksi 1A dan 1B #balikpapan #Karang Joang