Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Fenomena Mengkhawatirkan! Usia Muda Sudah Menderita Hipertensi dan Diabetes

Nasya Rahaya • Minggu, 2 Februari 2025 | 06:20 WIB
Dr Carta Agrawanto Gunawan Sp PD
Dr Carta Agrawanto Gunawan Sp PD

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Gagal ginjal yang dulu lebih banyak dialami oleh orang lanjut usia saat ini mulai menjangkiti generasi muda. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada akhir 2022, terdapat lonjakan kasus gagal ginjal mendadak pada anak yang diduga akibat kontaminasi etilen glikol pada obat sirup anak.

Berdasarkan data sampai November 2022 sebanyak 323 kasus gagal ginjal pada anak, sekitar 190 di antaranya meninggal dunia.

Dr Carta Agrawanto Gunawan Sp PD, yang saat ini bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie, Samarinda menyebutkan selain faktor obat, banyak faktor yang memicu kondisi ini, yang sebagian besar berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat.

“Kalau dilihat beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak pasien dengan gagal ginjal yang masih berusia remaja hingga 20 tahun. Itu adalah fenomena yang cukup mengkhawatirkan,” beber dr Carta.

Menurut dia, gagal ginjal pada usia muda bisa dipicu oleh berbagai penyakit yang sudah ada sebelumnya, seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes (kencing manis) yang kini banyak ditemui pada anak muda. Penyakit-penyakit tersebut menjadi faktor risiko utama terjadinya kerusakan ginjal secara perlahan.

“Sebab utama pemicu penyakit-penyakit itu ialah gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan yang buruk dan konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak dan karbohidrat, serta penggunaan suplemen tanpa pengawasan medis. Seperti doping dan pil penurun berat badan yang sering disalahgunakan,” tambahnya.

“Gagal ginjal bisa dibagi menjadi dua tipe: akut dan kronis. Pada gagal ginjal akut, jika tidak segera diobati kondisi ini bisa berkembang menjadi gagal ginjal kronis, di mana pasien harus menjalani perawatan lebih intensif, seperti hemodialisis atau cuci darah. Dalam kasus yang lebih parah, transplantasi ginjal menjadi pilihan terakhir,” terangnya.

Sementara itu, pada pasien yang lebih tua, gagal ginjal biasanya terkait dengan konsumsi obat pereda nyeri tanpa resep dokter dalam jangka panjang. Obat-obatan analgesik, jika dikonsumsi secara berlebihan, dapat merusak ginjal secara perlahan.

Gejala gagal ginjal, baik pada usia muda maupun tua, seringkali tidak terdeteksi pada tahap awal. Dia mengungkapkan bahwa beberapa ciri-ciri yang patut diwaspadai antara lain ialah tubuh yang mudah merasa lemas, pucat, bengkak pada kaki atau wajah, dan tekanan darah tinggi.

“Sangat penting bagi generasi muda untuk menghindari konsumsi makanan tidak sehat, mengatur pola makan yang seimbang, serta berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apapun,” tutupnya.

Editor : Uways Alqadrie
#gagal ginjal #generasi muda #rsud aw sjahranie