KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ratusan pot bonsai tertata rapi dalam perhelatan akbar kontes Bonsai dan Suiseki bertajuk The Charm Bonsai dan Susiseki of Bumi Etam Nusantara.
Acara yang digagas oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Samarinda ini menghadirkan 393 pohon bonsai dan sekitar 146 batu suiseki dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung dari Sabtu-Minggu (1-9/2) di Taman Bebaya Samarinda.
Ketua PPBI Cabang Samarinda, Aprieono, menyampaikan bahwa pameran ini merupakan yang pertama dan terbesar di Kalimantan Timur. Pesertanya berasal dari berbagai provinsi seperti Jatim, Jabar, Jateng, DKI Jakarta, Banten, Bali, NTB, Sulsel, Sulteng, Sumbar, Lampung, Sumsel, Kaltim, Kalteng, Kalsel, Kalbar, dan Kaltara.
"Pameran nasional bonsai dan suiseki ini diikuti peserta dari 60 kabupaten/kota cabang perwakilan PPBI se-Indonesia," ujarnya, Jumat (7/2).
Aprieono juga menjelaskan bahwa 146 batu suiseki yang dipamerkan berasal dari berbagai daerah, termasuk Parepare, Kebumen, Padang, dan beberapa wilayah di Kalimantan Timur. Bahwa di Kaltim, pihaknya sedang membangun komunitas pecinta bonsai dan suiseki. “Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, jumlah kolektor semakin bertambah. Antusiasme terhadap seni ini luar biasa," imbuhnya.
Ajang ini bukan sekadar pameran, tetapi juga menjadi ajang edukasi dan ajang silaturahmi bagi pecinta bonsai dan suiseki. Dia berharap, kegiatan ini bisa menarik lebih banyak bonsai baru dan teman-teman sehobi.
“Dengan hobi ini, kita bisa menjelajah berbagai tempat sambil menikmati keunikan seni bonsai dan batu suiseki," tambahnya.
Dalam kegiatan ini, kontes bonsai dibagi ke dalam beberapa kategori, yakni tingkat Madya, Pratama, dan Bahan. Sementara itu, suiseki diklasifikasikan dalam kelas batu sungai dan batu gunung.
Kontes bonsai dan suiseki ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan para pecinta seni tanaman hias.
Selain menjadi ajang apresiasi keindahan dan estetika alam, acara ini juga menjadi momentum bagi Samarinda untuk lebih dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan komunitas bonsai dan suiseki di Indonesia. “Mari datang dan menyaksikan koleksi-koleksi bonsai dari penjuru Indonesia,” pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie