KALTIMPOST.ID, Dodi Romdani, mantan Kepala Desa Sukamulya, Ciamis, memilih mundur dari jabatannya demi bekerja di Jepang.
Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena masa jabatannya masih tersisa dua tahun.
Namun, Dodi mengaku ada beban berat yang ia rasakan sebelum akhirnya mengambil keputusan besar ini.
"Kenapa bisa setenang ini? Karena semua telah kuikhlaskan, yang selama ini membebaniku ternyata hanya titipan," tulisnya di akun media sosialnya.
Baca Juga: Permak Bendali Telaga Sari, Hipmi Ikut Berperan Demi Balikpapan Terang
Dodi sebelumnya pernah bekerja di Jepang, dan pada tahun 2024, tempat kerjanya di sana kembali memanggilnya.
Gaji yang jauh lebih besar menjadi salah satu alasan kuatnya. Jika di Ciamis ia hanya menerima sekitar Rp 3,25 juta per bulan, di Jepang penghasilannya bisa 10 kali lipat lebih tinggi.
"Ternyata ada panggilan lagi sebagai pekerja migran di Jepang," kata Kabag Hukum Setda Ciamis, Deden Nurhadana.
Kini, Dodi sudah menetap di Jepang dan aktif membagikan kegiatannya di media sosial.
Dari bekerja di bidang konstruksi hingga berbicara di mimbar masjid, ia tampak menikmati kehidupan barunya.
Selain itu, ia juga sering membagikan momen rindunya kepada keluarga. "Jangan lelah sebelum semuanya tercapai. Jika lelah, lihatlah keluargamu," tulisnya dalam unggahan. ***
Editor : Dwi Puspitarini