Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Strategi Prabowo! Konsolidasi Aset Negara Lewat Danantara, Apa Dampaknya?

Dwi Puspitarini • Rabu, 19 Februari 2025 | 08:34 WIB

 

Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.

KALTIMPOST.ID, Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) bernama Danantara pada 24 Februari mendatang. Badan ini digadang-gadang menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian Indonesia.

Dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta (17/2/2025), Prabowo menjelaskan bahwa Danantara akan mengonsolidasikan aset dan kekuatan ekonomi dari berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Optimalisasi pengolahan BUMN kita melalui konsolidasi ke dalam suatu dana investasi nasional yang akan kita launching pada tanggal 24 Februari yang akan datang yaitu Danantara," ujarnya.

 Baca Juga: Start Gemilang Pasar Modal Indonesia

 

Danantara, singkatan dari Daya Anagata Nusantara, memiliki makna filosofis yang mendalam. Prabowo menjelaskan bahwa "Daya artinya energi, kekuatan.

Anagata artinya masa depan. Nusantara adalah tanah air kita. Artinya, Danantara ini adalah kekuatan ekonomi, dana investasi, yang merupakan energi kekuatan masa depan Indonesia".

Secara sederhana, Danantara adalah badan yang akan mengelola investasi dari sumber daya alam dan aset negara ke dalam proyek-proyek berkelanjutan, di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Model pengelolaan Danantara terinspirasi dari Temasek Holdings Limited (Singapura) dan Indonesia Investment Authority (INA).

Namun, Prabowo mengklaim cakupan Danantara lebih luas karena akan mengonsolidasikan aset pemerintah yang tersebar di berbagai kementerian agar lebih terintegrasi dan efisien.

 Baca Juga: Pengembangan SDM Unggul lewat Fevosh 2025, AHM Siapkan Generasi Tangguh untuk Hadapi Era Elektrifikasi

Danantara akan mengelola tujuh BUMN besar, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, Pertamina, PLN, Telkom, dan MIND ID.

Total aset yang dikelola diperkirakan mencapai nilai fantastis, yaitu Rp 14.719 triliun.

Meski digadang-gadang akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru, Danantara juga berpotensi menimbulkan kontroversi.

Mengingat besarnya aset yang dikelola, transparansi dan akuntabilitas akan menjadi kunci keberhasilan Danantara.

Selain itu, penunjukan Muliaman Darmansyah Hadad sebagai Kepala Danantara dan Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang sebagai Wakil Kepala juga menjadi sorotan. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#pengelolaan aset negara #investasi bumn #Strategi Ekonomi #konsolidasi aset #Danantara #kebijakan prabowo