KALTIMPOST.ID-Pemenang Pilkada Mahakam Ulu (Mahakam Ulu) Owena Mayang Shari didiskualifikasi oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang putusan Senin (24/2/2025).
Owena yang merupakan putri dari Bupati Mahulu aktif Bonifasius Belawan Geh dituding memanfaatkan dukungan dari sang ayah dalam Pilkada.
Padahal, sebelumnya Owena Mayang Shari bersama pasangannya Sanislaus Liah menjadi salah satu dari tujuh bupati, tiga wali kota, dan satu gubernur terpilih dalam Pilkada Serentak 27 November 2024.
Owena Mayang Shari Belawan juga tercatat sebagai calon kepala daerah dengan kekayaan terendah.
Owena-Stanislaus berhasil meraih kemenangan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dengan dukungan 9.930 suara.
Meski berasal dari keluarga kepala daerah, harta kekayaan Owena hanya sebesar Rp 138.054.870, jauh di bawah kepala daerah lainnya di Kalimantan Timur.
Owena Mayang Shari lahir di Kutai Barat dan beragama Katolik. Ia menempuh pendidikan di SMA Regina Pacis Surakarta (2012-2015) dan S-1 di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (2015-2020).
Riwayat organisasinya di anggota HMPSA UAJY (2015-2016), Bendahara IMKMU Yogyakarta (2017-2018), Anggota KBMDA Yogyakarta (2016-2018), Ketua Karang Taruna Mahakam Ulu (2022-2027)
Visi dan Misi Owena Mayang Shari Belawan
Maju dalam kontestasi Pilkada 2024, Owena tidak datang dengan tangan kosong. Dalam deklarasi pencalonannya di Balai Adat Ujoh Bilang pada 28 Agustus 2024, ia menegaskan komitmennya untuk membangun pariwisata dan infrastruktur sebagai sektor utama penggerak ekonomi Mahulu.
1. Pengembangan Pariwisata
Owena menekankan pentingnya menjadikan Mahulu sebagai destinasi wisata unggulan, meniru kesuksesan pariwisata Bali. Salah satu konsepnya adalah memanfaatkan rumah warga sebagai homestay, yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat.
2. Pembangunan Infrastruktur
Owena juga menyoroti perlunya percepatan pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan bandar udara, guna menarik lebih banyak investor ke Mahulu.
3. Pengentasan Kemiskinan dan Stunting
Ia berencana mengoptimalkan peran Badan Pengurus Kampung (BPK) dan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk meningkatkan ekonomi lokal, termasuk pengembangan industri perahu yang dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Sementara itu, Berikut Daftar Harta Kekayaan Kepala Daerah Terpilih di Kalimantan Timur:
- Gubernur Kaltim: Rudy Mas’ud – Rp 183.304.283.772
- Bupati PPU: Mudyat Noor – Rp 140.051.250.296
- Bupati Mahulu: Owena Mayang Shari Belawan – Rp 138.054.870
- Wali Kota Balikpapan: Rahmad Mas’ud – Rp 37.312.362.957
- Wali Kota Samarinda: Andi Harun – Rp 29.203.963.283
- Bupati Berau: Sri Juniarsih – Rp 28.391.412.636
- Bupati Kutai Barat (Kubar): Frederick Edwin – Rp 13.187.262.952
- Wali Kota Bontang: Neni Moerniaeni – Rp 8.738.979.367
- Bupati Kutai Kartanegara (Kukar): Edi Damansyah – Rp 8.331.759.360
- Bupati Paser: Fahmi Fadli – Rp 6.461.359.280
- Bupati Kutai Timur (Kutim): Ardiansyah Sulaiman – Rp 5.944.084.396
Editor : Thomas Priyandoko