KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur pada tahun 2024 tercatat mencapai 6,17 persen. Dimana Balikpapan, menyumbang 17,91 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) provinsi tersebut. Meski mengalami angka positif, pertumbuhan ekonomi Balikpapan menunjukkan sedikit penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dalam laporan yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, struktur perekonomian kota ini masih didominasi oleh beberapa lapangan usaha utama yang tidak banyak berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Empat sektor terbesar yang menyumbang perekonomian Balikpapan pada 2024 adalah industri pengolahan (45,55 persen), konstruksi (15,98 persen), transportasi dan pergudangan (12,16 persen), serta perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor (9,92 persen).
Baca Juga: Infinity Sky Lounge Hotel Platinum Balikpapan Siap Jadi Destinasi Baru
"Industri pengolahan minyak dan gas sangat mendominasi. Lapangan usaha lainnya memiliki kontribusi di bawah empat persen," ungkap Marinda Dama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan saat diwawancarai, Senin (3/3). Namun, meski secara keseluruhan ekonomi Balikpapan tumbuh positif sebesar 3,23 persen, ada sektor yang mengalami kontraksi.
Sektor industri pengolahan menjadi satu-satunya lapangan usaha yang mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar -0,04 persen. Penurunan ini disebabkan oleh terjadinya musibah kebakaran di kilang minyak Balikpapan yang memengaruhi produksi industri pengolahan.
"Adanya musibah kebakaran yang terjadi pada kilang Balikpapan pada 2024 itu memengaruhi produksi, sehingga itu juga memberikan pengaruh ke ekonomi Balikpapan," tambah Marinda.
Meski begitu, secara keseluruhan, beberapa sektor menunjukkan kinerja yang sangat positif. Lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 9,77 persen. Sektor transportasi dan pergudangan serta konstruksi juga mencatatkan pertumbuhan masing-masing sebesar 8,03 persen dan 6,31 persen.
"Pertumbuhan ekonomi Balikpapan 2024 didorong oleh sektor-sektor yang menunjukkan kinerja positif, meskipun ada penurunan di sektor industri pengolahan. Termasuk industri UMKM juga mengalami pertumbuhan, tapi memang tidak sebesar sektor industri besar lainnya," bebernya.
Berdasarkan data tersebut, Marinda menyampaikan, bahwa ekonomi Balikpapan pada 2024 meskipun mengalami perlambatan di sektor-sektor tertentu, secara keseluruhan masih menunjukkan kinerja yang positif. Berbagai sektor, terutama perdagangan, transportasi, dan konstruksi, menjadi penopang utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi kota ini.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Balikpapan pada 2024 tercatat tumbuh 3,23 persen berdasarkan komponen pengeluaran atas dasar harga konstan 2010. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat tumbuh sebesar 6,49 persen.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) yang meningkat sebesar 11,03 persen. Selain itu, komponen konsumsi pemerintah juga mengalami pertumbuhan yang baik sebesar 7,94 persen.
"Pertumbuhan tertinggi terjadi pada konsumsi lembaga non-profit dan konsumsi pemerintah yang meningkat dengan signifikan. Ini menunjukkan adanya daya beli masyarakat yang cukup baik meski ada tantangan di sektor industri," terang Marinda. (*)
Editor : Muhammad Rizki