KALTIMPOST.ID, Ketinggian banjir yang merendam permukiman warga di Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, mencapai ketinggian 300 cm atau 3 meter.
"Ketinggian air di lokasi 300 cm (atap rumah warga)," kata Dirsamapta Polda Metro Jaya Kombes Yully Kurniawan dalam keterangannya, Selasa (4/3).
Sementara itu, Kasie Sipammat Direktorat Samapta Polda Metro Jaya AKP Ali mengatakan warga yang terdampak pun harus naik ke genteng rumah untuk bisa dievakuasi.
"Betul sampai naik ke genteng. Anggota melaksanakan evakuasi terhadap warga korban banjir dikarenakan terjebak di rumah dari semalam," ujarnya.
Ali menerangkan total ada 5 RT yang terendam banjir di wilayah Jatiasih. Banjir itu disebabkan tanggul jebol hingga kiriman air dari wilayah Bogor. "Untuk kejadian banjir disebabkan karena tanggul kali jebol dan di tambah intensitas curah hujan yang tinggi kiriman dari Bogor," katanya.
Lebih lanjut, Ali menyebut total ada 200 KK di wilayah Jatiasih yang terdampak banjir. Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan. "Untuk sebagian warga masih bertahan di rumah dan ada yang sudah mengungsi ke posko pengungsian," kata Ali.
Bayi Terjebak Banjir
Sementara itu, seorang ibu bernama Ayu Trianah Destarini bersama bayi berusia 1,5 tahun terjebak di loteng rumah selama kurang lebih 9 jam akibat banjir di kawasan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.
Ayu mengaku terjebak bersama keluarga dan anak bayinya di perumahan Pondok Gede Permai Blok C6. Melalui akun Instagram miliknya @ayutrianah.d terlihat setidaknya ada lima orang dewasa dan satu bayi yang terjebak di loteng rumah.
"Saya dan keluarga terjebak banjir sekarang posisi saya di lantai 2 rumah. Saya minta tolong karena saya punya anak bayi, saya ingin proses evakuasi saya dan anak saya," ujarnya dikutip, Selasa (4/3).
Hingga pukul 10.00 WIB, Ayu mengaku keluarganya masih belum dievakuasi oleh petugas. Ia menyebut masih berada di loteng rumah lantaran ketinggian banjir telah masuk hingga ke lantai dua rumah.
"Saya butuh minuman yang terutama karena kondisi saat ini sudah mengapung semua," jelasnya.
Baca Juga: Resmi! Cuti Lebaran 2025 Bertambah, Libur Sekolah Idulfitri Dipercepat, Ini Jadwal Lengkapnya
"Saya belum dievakuasi. Saya minta tolong yang sebesar-besarnya, anak saya sudah menangis," imbuhnya.
Bertahan di Lantai 2
Kesaksian lainnya dari Novitya, salah satu korban banjir di Kluster Tamapraya Pekayon, Kota Bekasi, mengatakan masih ada tetangga klasternya yang terjebak genangan di lantai dua rumah.
Ia mengatakan warga yang menjadi tetangganya itu terjebak karena tidak sempat mengevakuasi diri saat air mulai merendam. Padahal, warga tersebut memiliki anak bayi yang usianya baru belasan bulan.
"Tetanggaku yang enggak sempat dievakuasi itu ada bayi. Sebelah rumahku persis itu ada bayi 15 bulan, di ujung kluster juga 16 bulan," ujar Novitya, Selasa (4/3).
"Dan sama sekali mereka enggak bisa selamatkan makanan dan enggak ada stok makanan. Karena banjirnya cepat, waktu mereka bangun itu makanan sudah terendam di lemari es," lanjutnya.
Novitya yang sempat menyelamatkan diri dan mengungsi di kediaman orang tuanya itu pun terus menjalin komunikasi dengan tetangga-tetangganya.
Ia mengatakan korban yang terjebak itu masih berada di lantai dua dan belum dievakuasi. Padahal, hari ini, air yang menggenang sudah nyaris mencapai atap lantai pertama.
Editor : Uways Alqadrie