KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Jembatan Mahakam I dipastikan tetap aman untuk dilintasi, meski sempat dihantam ponton bermuatan kayu pertengahan Februari lalu. Kepastian itu datang setelah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim bersama Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) merampungkan hasil investigasi, Kamis, 6 Maret 2025.
Kesimpulan itu berasal dari pengukuran beban dinamis hingga geometri jembatan pada 4 Maret lalu. Kepala BBPJN Kaltim, Hendro Satrio M.K menjelaskan, hasil pengujian yang sudah ditempuh ahli dari KKJTJ memastikan Jembatan Mahakam I masih aman dan layak beroperasi.
“Hasilnya sudah keluar dan dilaporkan ke Dirjen Bina Marga. Hasil investigasi itu juga ditembuskan ke Gubernur Kaltim, DPRD, hingga OPD terkait,” ujarnya.
Pada 4 Maret lalu, BBPJN bersama KKJTJ menguji ketahanan beban dinamis di bentang kedua dan ketiga yang berukuran masing-masing, sepanjang 60 meter dan 100 meter.
Frekuensi dan daya turbulensi kedua bentang diukur dengan kendaraan bertonase besar yang bermuatan bebatuan sebesar 10 ton.
Dua ahli dari KKJTJ, Priyo Suprobo dan Hidajat Sugihardjo menerangkan hasil ukur yang mereka tempuh untuk mencari tahu apakah struktur jembatan masih tangguh.
“Lewat beban kendaraan berat 10 ton ini bisa diketahui, apakah tulang punggung jembatan ini masih tangguh atau tidak,” tuturnya.
Sementara pemeriksaan geometri jembatan ditujukan untuk mencari tahu penurunan bentang jembatan imbas benturan yang berulang kali terjadi. Dalam catatan pemerintah, di umur 39 tahunnya, Jembatan Mahakam I sudah 22 kali ditabrak kapal yang melintas di bawahnya. “Selain benturan, penurunan bentang itu juga dipengaruhi umur,” tambah Hidajat kala itu.
Keputusan terkait keamanan jembatan itu sudah final. Tak ada lagi investigasi lanjutan. Hendro menegaskan jembatan tak perlu ditutup atau dibatasi penggunaannya. “Sudah selesai, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aman,” tegasnya.
Meski tak lagi muda, Jembatan Mahakam I masih dalam kondisi baik bahkan masih mampu menopang kendaraan seberat delapan ton melintasinya. “Seluruh data hasil investigasi kan sudah dikirim ke Dirjen. Untuk pengumuman jelasnya dari Gubernur,” imbuhnya mengakhiri.
Editor : Uways Alqadrie