KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Setelah spekulasi politik yang berkembang dalam beberapa hari terakhir, kepastian akhirnya terjawab. Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin menegaskan kesiapan mereka untuk maju bersama dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar) 2024.
Pasangan ini dijadwalkan mendaftarkan diri secara resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara pada Senin, 10 Maret 2025. Aulia Rahman Basri ditunjuk sebagai pengganti Edi Damansyah, yang sebelumnya didiskualifikasi oleh Mahkamah Konstitusi (MK) karena dianggap telah menjabat dua periode sebagai bupati Kukar.
Keputusan ini menjadikan Aulia sebagai calon bupati yang akan berpasangan dengan Rendi Solihin, yang tetap mempertahankan posisinya sebagai calon wakil bupati.
Kepastian ini disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Ketua Komunitas Kukar Keren (Kerabat Rendi), Rahmat Darmawan, yang juga merupakan politikus DPC PDI Perjuangan Kukar.
Ia menegaskan bahwa antara Aulia dan Rendi telah terjalin kesepahaman untuk kembali bertarung dalam PSU mendatang. “Ya benar, ada sepemahaman terkait PSU Kukar mendatang antara dr. Aulia dan Rendi Solihin,” ujar Rahmat, Minggu, 9 Maret 2025.
Rahmat juga mengungkapkan bahwa persiapan administratif pasangan nomor urut 01 sudah hampir rampung, dan pendaftaran ke KPU hanya tinggal menunggu waktu.
“Kemungkinan Senin akan didaftarkan ke KPU Kabupaten Kukar,” tambahnya. Lebih lanjut, Rahmat menyebut bahwa pemilihan Aulia Rahman sebagai calon bupati yang akan berpasangan dengan Rendi Solihin adalah keputusan yang telah dipertimbangkan dengan matang oleh partai pengusung.
Baca Juga: Aulia - Rendi Resmi Maju di PSU Pilkada Kukar, Siap Lanjutkan Kukar Idaman
Menurutnya, Aulia memiliki pengalaman yang relevan dalam pemerintahan dan sosial kemasyarakatan, sehingga diharapkan dapat meneruskan program yang telah dirintis sebelumnya.
“Kami melihat Aulia memiliki kapasitas dan pengalaman yang cukup untuk mengemban amanah ini. Dengan berpasangan dengan Rendi Solihin, kami optimistis pasangan ini dapat memenangkan PSU dan kembali melanjutkan pembangunan di Kukar,” ujar Rahmat.
Langkah Awal Menuju PSU
Pendaftaran ini menjadi langkah awal bagi duet Aulia-Rendi dalam menghadapi PSU yang akan menentukan arah kepemimpinan Kutai Kartanegara ke depan. Pasangan ini diyakini memiliki basis dukungan yang kuat dari berbagai elemen masyarakat, terutama mengingat dominasi suara yang telah mereka raih dalam Pilkada sebelumnya.
Sebagai Plt Ketua Komunitas Kukar Keren, Rahmat optimistis pasangan ini mampu memenangkan PSU dan melanjutkan pembangunan yang telah dirintis oleh Bupati sebelumnya, Edi Damansyah.
“Tentu menatap Kukar yang lebih baik lagi ke depan, melanjutkan yang baik dan melakukan perbaikan. Legacy (warisan) yang ditinggalkan Edi Damansyah wajib dilanjutkan,” tegas anggota DPRD Kukar tersebut.
Dukungan terhadap pasangan ini juga terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk relawan Kerabat Rendi Solihin yang siap mendukung penuh setiap langkah politik Rendi dalam menghadapi PSU Pilkada Kukar.
Dengan persiapan yang matang dan soliditas tim pemenangan yang kuat, duet Aulia-Rendi di PSU Kukar diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat Kutai Kartanegara.
Kedekatan Aulia Rahman dengan Edi Damansyah
Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Mulawarman, Saiful Bachtiar, menyebutkan bahwa Aulia Rahman memiliki kedekatan erat dengan Edi Damansyah, baik dalam kegiatan politik maupun interaksi sosial dengan masyarakat.
“Ia selalu terlihat bersama Pak Edi dalam berbagai kampanye dan program kerja. Ini menjadi nilai tambah bagi dirinya sebagai calon bupati,” ujar Saiful pada Sabtu, 8 Maret 2025.
Menurutnya, kepemimpinan muda seperti yang dimiliki Aulia bisa membawa energi baru bagi Kukar. “Kukar membutuhkan figur muda yang bisa menerjemahkan dan melanjutkan program-program yang telah berjalan selama ini,” tambahnya.
Namun, Saiful juga menyoroti satu aspek yang perlu diperhatikan jika Aulia terpilih nanti. “Kalau terpilih, ia sebaiknya mundur dari jabatannya di Kadin. Tidak ada larangan hukum memang, tapi secara etika, jabatan bupati sebaiknya tidak dirangkap dengan ketua Kadin,” pungkasnya.
Dengan semakin dekatnya tahapan PSU, Aulia dan Rendi kini bersiap menghadapi tantangan politik yang lebih besar. Dengan modal pengalaman, dukungan politik yang kuat, serta kepercayaan masyarakat, keduanya optimistis dapat mempertahankan kemenangan yang telah mereka raih sebelumnya.
Kini, semua mata tertuju pada pendaftaran resmi mereka ke KPU Kukar. Mampukah Aulia-Rendi mempertahankan Kukar Idaman di PSU Pilkada mendatang? Jawabannya akan ditentukan dalam perjalanan politik yang akan mereka tempuh dalam waktu dekat. (*)
Editor : Muhammad Rizki