KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tak hanya meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia dini di Indonesia, Rumah Anak SIGAP garapan Tanoto Foundation juga secara signifikan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pengasuhan bagi para pengasuh yang berpartisipasi.
Secara khusus, 98 persen peserta melaporkan peningkatan pengetahuan tentang pengasuhan anak usia dini, sementara 92 persen menyatakan adanya peningkatan dalam keterampilan pengasuhan yang bersifat praktis
Selain itu, program ini juga telah membangun rasa kebersamaan dan dukungan sosial, dengan 50 persen peserta merasakan peningkatan dalam jaringan dukungan sosial dan 48 persen melaporkan peningkatan kepercayaan diri. Temuan ini menyoroti dampak positif program tidak hanya bagi orang tua, tetapi juga bagi para pengasuh.
Regional Lead Tanoto Foundation Kaltim Roselina Ping Juan mengatakan, anak-anak usia dini saat ini adalah ‘native digital’, mereka sangat familiar dengan teknologi. Oleh karena itu, pihaknya juga berusaha memanfaatkan teknologi dalam mendukung perkembangan anak secara optimal.
Lebih lanjut, Ping berujar, Rumah Anak SIGAP Tanoto Foundation juga memprioritaskan program penguatan kualitas pengajaran di Kaltim. Program pelatihan dan pendampingan untuk guru serta fasilitator akan terus dilaksanakan di berbagai daerah seperti Paser, Bontang, Kukar, dan Balikpapan.
Ke depan, Tanoto Foundation berharap program-program ini dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kaltim, demi menciptakan generasi penerus yang cerdas, tangguh, dan siap menghadapi tantangan global.
“Tanoto Foundation juga bekerja sama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dalam penguatan kualitas guru dan fasilitator, agar mereka bisa lebih memahami metode pengajaran yang efektif dan sesuai dengan perkembangan anak di masa kini,” bebernya dalam acara media gathering yang digelar di Swiss-Bel Hotel Balikpapan, Selasa (11/3). (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo