Dalam peristiwa berdarah itu, ada tiga polisi yang gugur ditembak saat penggerebekan.
Mereka adalah Iptu Lusiyanto yang merupakan kapolsek Negara Batin, anggota Polsek Negara Batin Brigadir Kepala (Bripka) Petrus Aprianto, dan anggota Satreskrim Polres Way Kanan Brigadir Dua (Bripda) Ghalib Surya Ganta.
Menurut Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, jenazah ketiga anggota Polda Lampung akan dimakamkan di dua lokasi berbeda.
Jenazah Iptu Lusiyanto dan Bripka Petrus Aprianto akan dimakamkan di Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatra Selatan.
Adapun jenazah Bripda M Ghalib Surya Ganta rencananya dimakamkan di Kelurahan Way Gandis, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, Danrem 043 Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah mengatakan, sangat berduka atas peristiwa meninggalnya anggota Polda Lampung akibat ditembak saat penggerebekan.
“Kami semua dari TNI yang ada di Lampung dan Kodam 2 Sriwijaya turut kehilangan sahabat kami,” ujarnya.
Ia pun memastikan investigasi penembakan tiga anggota polisi akan dilakukan secara transparan.
“Kami pastikan hasil investigasi akan sangat transparan. Kalau memang terbukti akan diproses sesuai dengan apa yang telah dilakukan,” terangnya.
“Mohon waktu karena sampai sekarang kami melakukan investigasi,” sambungnya.
Lantas seperti apa sosok Iptu Lusiyanto? Simak ulasannya.
Sosok Iptu Lusiyanto
Selama berkarier di kepolisian, Iptu Lusiyanto pernah menempati sejumlah jabatan strategis di wilayah Lampung.
Sebelum menjabat sebagai kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto bertugas di Polres Tanggamus sebagai kapolsek Semaka pada 2023.
Kemudian di 2023 ia ditunjuk untuk menjabat sebagai kapolsek Negara Batin.
Penunjukannya sebagai kapolsek Negara Batin berdasarkan TR Lampung Nomor: ST/888/XII/Kep./2023 tanggal 11 Desember 2023.
Sempat Bagi-Bagi Takjil
Empat hari sebelum gugur ditembak, Iptu Lusiyanto sempat bagi-bagi takjil gratis.
Pembagian takjil ini dilakukan di depan Mapolsek Negara Batin pada Kamis (13/3) sore.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun membenarkan Iptu Lusiyanto ikut dalam aksi bagi-bagi takjil.
Ia pun menyebut aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat.
“Benar, almarhum sempat ikut aksi pembagian takjil kepada masyarakat setempat di sana,” ujarnya.
Namun, kini Iptu Lusiyanto harus kehilangan nyawa. Ia harus kembali ke pangkuan Sang Khalik dengan cara yang begitu tragis.
Editor : Hernawati