KALTIMPOST.ID, Labuan Bajo kembali menjadi sorotan, bukan karena keindahan alamnya, melainkan polemik akses pantai yang semakin terbatas.
Sejumlah warga mengaku diusir oleh satuan pengamanan (satpam) saat hendak menikmati liburan Lebaran di Pantai Binongko, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kejadian ini pun memicu reaksi keras dari warganet.
Warga Dilarang Masuk, Warganet Geram
Rafael Todowela, salah satu warga yang mengalami pengusiran, mengaku tidak terima dengan tindakan satpam hotel yang menghalangi akses publik ke pantai.
Baca Juga: Presiden Korsel Dimakzulkan, Akhir Tragis Yoon Suk Yeol Sang Penegak Keadilan
"Pantai yang dulu bisa dinikmati umum, sekarang sudah menjadi milik pribadi investor," ujar Rafael dengan nada kecewa.
Tidak hanya Rafael, sejumlah warganet di berbagai platform media sosial juga melontarkan kemarahan mereka.
Salah satu akun di Threads yang viral di TikTok @infolabuanbajo menyoroti ketimpangan akses pantai akibat privatisasi.
"Pantai Itu Milik Semua, Bukan Hanya Investor!"
Unggahan viral tersebut memantik diskusi luas. Salah satu warganet dengan akun maz*** menegaskan bahwa rakyat setempat seharusnya tidak boleh dilarang menikmati pantai.
"Kalau demi pariwisata, investor dapat izin itu sah-sah saja. Tapi kalau masyarakat setempat dilarang main atau cari nafkah di pantai, itu pelanggaran serius dan bisa diperkarakan! Hak rakyat harus diutamakan," tulisnya.
Sementara itu, akun p***rt menambahkan, "Tidak ada siapapun yang boleh melarang warga menikmati pantai. Pantai itu milik semua rakyat, bukan hanya mereka yang punya uang!"
Banyak warganet juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah hingga vila-vila mewah berdiri di atas laut tanpa transparansi yang jelas.
Akun ri***mw bahkan menyindir, "Kok pas sudah jadi baru ketahuan? Mandornya Bandung Bondowoso, ya?"
Ketimpangan Sosial Semakin Nyata
Tak hanya soal akses pantai, fenomena ini juga dinilai semakin memperlebar jurang sosial. Salah satu warganet dengan akun ri***g membandingkan situasi ini dengan kondisi di Puerto Rico.
"Di sana, pantai-pantai indah sudah diprivatisasi, warga akhirnya hanya bisa melihat laut dari pinggir jalan. Indonesia menuju ke sana?" tulisnya.
Akun an***wo pun turut mengungkapkan keresahannya, "Kita dijajah investor! Pantai dan laut yang seharusnya milik semua tiba-tiba dimonopoli. Surga Indonesia bisa berubah jadi neraka jika akses publik terus dibatasi."
Wagub NTT Terkejut, Publik Menuntut Tindakan Tegas
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengaku terkejut mengetahui adanya vila-vila mewah yang dibangun di atas laut Labuan Bajo. Ia berjanji akan menindaklanjuti informasi ini.
"Kami baru tiga minggu menjabat. Ini informasi bagus, kami catat dan akan cek langsung," ujar Johni saat berada di Labuan Bajo, Kamis (20/3/2025).
Editor : Dwi Puspitarini