Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Anggota DPD RI Yulianus Henock Sidak SPBU di Kaltim, Ambil Sampel BBM

Uways Alqadrie • Minggu, 6 April 2025 | 15:17 WIB
Yulianus Henock ketika mendatangi bengkel di Samarinda untuk mendapatkan informasi tentang BBM bermasalah. (FOTO: IST)
Yulianus Henock ketika mendatangi bengkel di Samarinda untuk mendapatkan informasi tentang BBM bermasalah. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Yulianus Henock Sumual menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan bahan bakar minyak (BBM) bermasalah pada Sabtu (5/4/2025).

Sidak dilakukan sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap laporan masyarakat yang menyebutkan adanya kerusakan kendaraan usai mengisi BBM di beberapa SPBU.

Sebelumnya, Yulianus Henock telah melakukan inspeksi dan mengambil sampel BBM jenis Pertamax dan Pertalite di sejumlah SPBU yang berada di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) hingga Kutai Barat (Kubar).

Tidak berhenti sampai di SPBU, ia melanjutkan pengecekan ke bengkel-bengkel motor dan mobil di kawasan Samarinda.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah benar terjadi kerusakan kendaraan akibat BBM, berdasarkan informasi langsung dari para mekanik.

Salah satu bengkel yang dikunjungi adalah Bengkel Arsea Motor yang berlokasi di Jalan Glatik, Samarinda.

Kepada Wartawan Yulianus Henock menyampaikan bahwa penting untuk melihat permasalahan ini secara menyeluruh dari berbagai sisi.

“Saya melakukan kegiatan sidak ini karena saya tidak ingin melihat hanya dari satu sisi saja, yaitu sisi SPBU,” jelasnya.

“Namun saya juga harus melakukan pengecekan langsung ke bengkel-bengkel,” tambahnya.

Menurutnya, bengkel adalah tempat paling relevan untuk mengetahui dampak nyata dari dugaan BBM bermasalah karena kendaraan yang rusak diperbaiki di sana.

“Karena kendaraan yang rusak akibat mengisi BBM di SPBU diperbaiki di bengkel, maka dari itu saya turun ke bengkel untuk mengetahui langsung dari para mekanik, kerusakan apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Dari hasil tinjauan langsung, para mekanik membenarkan adanya sejumlah kendaraan yang mengalami kerusakan usai pengisian BBM tertentu.

Kerusakan yang ditemukan meliputi kerusakan pada fuel pump injeksi dan adanya keharusan untuk menguras tangki bahan bakar.

Bahkan, menurut penuturan mekanik, dalam sehari bisa masuk sekitar 10 kendaraan dengan keluhan yang sama.

Keluhannya pun beragam, mulai dari mesin yang tersendat hingga motor mati total setelah beberapa saat digunakan.

Melihat hal itu, Yulianus Henock memutuskan untuk mengambil sampel BBM yang telah dikuras dari kendaraan sebagai bahan uji laboratorium.

Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada kandungan dalam BBM yang tidak sesuai dengan standar spesifikasi.

“Kita ketahui pihak berwajib, khususnya dari kepolisian beberapa polres, sudah melakukan pengecekan BBM di SPBU,” ujar Yulianus Henock.

Namun, dari pengecekan tersebut, tidak ditemukan adanya kandungan air dalam tangki timbun di SPBU.

Meski demikian, laporan masyarakat terkait kerusakan kendaraan pasca pengisian BBM masih terus bermunculan.

“Karena itu saya merasa penting untuk menggali lebih jauh dan membuktikan kebenarannya melalui uji laboratorium,” tambah Yulianus Henock.

Menutup peninjauannya, Yulianus Henock memberikan saran dan harapan kepada pihak Pertamina agar lebih meningkatkan pengawasan dan kualitas pelayanan BBM di masa mendatang.

“Saya berharap Pertamina bisa benar-benar memastikan kualitas BBM yang sampai ke masyarakat, jangan sampai masyarakat kembali dirugikan dan disusahkan karena harus memperbaiki kendaraan mereka yang rusak setelah mengisi BBM,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa pelayanan publik seperti distribusi energi harus mengutamakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat secara menyeluruh. 

Editor : Uways Alqadrie
#Yulianus Henock Sumual #dpd ri #pertamina patra niaga