KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Suasana haru dan isak tangis keluarga menyelimuti pemakaman seniman legendaris Indonesia, Titiek Puspa di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2025) siang.
Pemakaman dihadiri keluarga, rekan-rekan seniman, tokoh nasional hingga warga. Mereka ikut memberikan penghormatan terakhir kepada sang aktor senior.
Pukul 13.40 WIB jenazah dimasukkan ke liang lahat. Momen ini diiringi isak tangis keluarga yang menyaksikan pemakaman sang penyanyi legendaris itu.
Usai jenazah Titiek diletakkan di liang kubur, pihak keluarga yang turun kembali naik ke atas. Kemudian, salah seorang pihak keluarga mengumandangkan azan.
Setelah jenazah tertutup dengan gundukan tanah merah, Bambang sebagai perwakilan keluarga mengucapkan terima kasih atas kehadiran para peziarah yang turut mengantarkan almarhumah ke peristirahatan terakhir. Ia juga memohon doa untuk mendiang Titiek Puspa.
"Semoga Allah mengampuni segala dosanya, menerima amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisinya. Kami memohon apabila jemaah ada urusan terkait utang piutang dengan almarhumah, mohon hubungi pihak keluarga. Mohon dibukakan pintu maaf," ucap Bambang.
Setelah itu prosesi pemakaman selesai, pihak keluarga Titiek melakukan penaburan bunga.
Dimakamkan di Area Pahlawan Indonesia
Pemakaman jenazah Titiek Puspa digelar hari ini di TPU Tanah Kusir , Bintaro, Jakarta Selatan pada Jum'at (11/4/2025). Makam Titiek Puspa berada di area Blok AA1-Bled 48 TPU Tanah Kusir dimana lokasi ini menjadi tempat dikuburnya sejumlah pahlawan Indonesia.
Titiek Puspa meninggal dunia di usia 87 tahun sekitar pukul 16.25 WIB, Kamis, 10 April 2025.
Sebelum dimakamkan, jenazah Titiek Puspa disalatkan setelah salat Jumat digelar di Masjid An-Nur Perdatam.
Aktor dan presenter Dwi Andhika yang hadir lebih dulu di TPU Tanah Kusir pun menanggapi hal ini.
Dia menilai pemakaman ditengah makam pahlawan, pantas untuk dapatkan seorang Titiek Puspa, mengingat kontribusinya bagi kebudayaan bangsa.
"Eyang Titiek Puspa berkarier dari 1950-an itu berarti sudah hampir 75 tahun beliau berkarya, aktif dalam dunia entertaint dan Eyang layak sekali dimakamkan disini karena Eyang pahlawan bagi kita semua," tutur Dwi Andhika di TPU Tanah Kusir, Bintaro, Jakarta Selatan, hari ini.
"Jasa-jasanya juga sangat luar biasa dalam menciptakan banyak lagu yang nggak lekang oleh waktu juga dan berperan besar juga buat junior," tambahnya.
Dwi Andhika sendiri begitu kehilangan sosok Titiek Puspa. Sebelum wafat, ia mengaku terus memantau kondisi penyanyi 87 tahun itu selama dirawat intensif di rumah sakit.
"Aku juga aku selalu mengawal kondisi Eyang gitu ya, jadi sangat-sangat khawatir sekali karena pas lagi terakhir syuting di program yang kita barengan itu juga ada dimana kondisi eyang yang sangat aktif, tapi ada dimana kondisi Eyang yang kurang fit juga gitu, tapi kita sangat memahami," jelasnya.
Dikenal sebagai artis serba bisa, Dwi Andhika juga belajar soal profesionalitas dari Eyang Titiek Puspa. Dia bahkan mengaku kagum dengan semangat pelantun Kupu-Kupu Malam itu selama puluhan tahun berkarier.
"Ya itulah Eyang, Eyang itu sangat profesional sekali ketika dia kurang fit tapi dia tetap datang ke lokasi, tetap memberikan perform yang luar biasa," tutup Dwi Andhika.
Editor : Uways Alqadrie