KALTIMPOST.ID, – Amien Rais sama sekali tak ragu bahwa ijazah Presiden Ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) itu tidak ada. Yang ada, kata mantan ketua MPR tersebut, ijazah oplosan. ”Ijazah oplosan memang dibuat, tapi sudah dikatakan para ahli itu abal-abal,” ujar mantan pengajar UGM tersebut saat bersama ratusan massa Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menggeruduk Fakultas Kehutanan UGM, Jogjakarta, Selasa (15/4).
Pada 21 Maret, seperti dikutip dari situs resmi UGM, Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta memastikan bahwa ijazah sarjana S-1 kehutanan Jokowi asli. ”Perlu diketahui ijazah dan skripsi Joko Widodo asli. Ia pernah kuliah di sini (Fakultas Kehutanan UGM). Teman satu angkatan beliau mengenal baik beliau. Beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” katanya.
Baca Juga: Minyakita Dijual Masih di Atas HET, Ini Imbauan Kemendag Kepada Kepala Daerah
Penegasan itu merespons tudingan dosen Universitas Mataram yang juga alumnus UGM, Rismon Hasiholan Sianipar, yang menyangsikan keaslian ijazah dan skripsi Jokowi. Alasannya, lembar pengesahan dan sampul skripsi menggunakan font Time New Roman yang menurutnya belum ada di era 1980-an hingga 1990-an. Di media sosial, utamanya X atau yang dulu bernama Twitter, Dokter Tifa atau Tifauzia Tyassuma juga getol menyoal keaslian ijazah Jokowi. Bahkan sejak mantan wali kota Solo itu masih menjadi kepala negara.
Amien berpandangan, UGM dianggap tidak berani bertindak lantaran diduga mendapat tekanan dari kekuasaan. ”Sesungguhnya yang diperlukan itu ketulusan dan kejujuran dari UGM. Dengan begitu ya sudah selesai, case closed,” papar mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Partai Amanat Nasional itu seperti dilansir Jawa Pos Radar Jogja. Secara pribadi, Amien merasa prihatin dengan UGM. ”Saya sangat concern dan prihatin mengapa UGM yang kita banggakan tiba-tiba menjadi alas keset politik seseorang,” katanya.
Penegasan UGM
Menyikapi perkembangan terbaru, UGM kembali angkat bicara. Sekretaris Universitas Dr Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu menegaskan bahwa Jokowi benar alumnus Fakultas Kehutanan UGM. Dia menyebut kampus memiliki berbagai saksi dan bukti yang menguatkan hal tersebut. ”Yang bersangkutan telah melaksanakan seluruh proses studi yang dimulai sejak 1980, dengan nomor mahasiswa 80/34416/KT/1681 dan diwisuda pada tanggal 5 November 1985,” katanya dalam konferensi pers kemarin.
Disebutnya, UGM sebagai institusi publik yang melaksanakan sistem pendidikan tinggi di Indonesia terikat dengan peraturan perundang-undangan berkaitan dengan perlindungan data pribadi dan keterbukaan informasi publik. Tapi, UGM juga terbuka dan siap jika perkara tersebut berlanjut ke ranah hukum.
”Intinya, UGM siap kalau ada panggilan dari pengadilan. Kalau diminta menghadirkan alat bukti juga kami siapkan,” tambahnya. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof Wening Udasmoro menambahkan, pihaknya juga sudah membuka pintu audiensi dengan beberapa perwakilan koordinator aksi TPUA. ”Untuk massa aksi tadi, kami memberi ruang lima orang untuk diskusi, tapi yang hadir tiga orang. Ada Roy Suryo, Rismon Hasiholan, dan Tifauzia Tyassuma,” urainya.
Senada dengan Andi Sandi, Wening menegaskan bahwa UGM sebagai lembaga pendidikan yang mematuhi peraturan akademik juga sudah menyampaikan beberapa bukti ke perwakilan TPUA. Bukti-bukti tersebut berkaitan dengan perjalanan akademik Jokowi dari awal sampai lulus. (jpg)
Editor : Muhammad Rizki