KALTIMPOST.ID, Dunia hukum Indonesia kembali berduka. Salah satu tokoh paling disegani dalam dunia advokasi, Hotma Sitompul, meninggal dunia pada Rabu, 16 April 2025, pukul 11.15 WIB di ruang ICU RSCM Kencana, Jakarta.
Ia berpulang di usia 58 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat penyakit yang mengharuskannya menjalani cuci darah.
Namun kepergiannya tak hanya meninggalkan duka. Ada satu pesan terakhir dari Hotma yang membuat publik terdiam.
Baca Juga: Pengacara Top yang Pernah Lawan Hotman Paris Ini Meninggal Dunia, Ini Profil Lengkapnya
“Jadilah pembawa damai,” tulis akun Instagram resmi LBH Mawar Saron, lembaga bantuan hukum yang didirikan dan dibina langsung oleh Hotma.
Kalimat pendek itu menjadi warisan moral dari seorang tokoh hukum yang dikenal tegas namun penuh sisi kemanusiaan.
LBH Mawar Saron kini dipimpin oleh anaknya, Ditho H.F. Sitompul, yang meneruskan perjuangan sang ayah dalam memberikan bantuan hukum bagi masyarakat kecil.
Kabar duka pertama kali tersebar melalui pesan WhatsApp yang diterima para jurnalis. “Berita kabar duka cita.
Telah dipanggil dengan tenang rekan pengacara DR Hotma Sitompul SH MH di Jakarta,” bunyi pesan itu.
Kebenaran kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh rekan seprofesi, pengacara senior Nazarudin Lubis.
“Benar (Hotma Sitompul meninggal),” ujar Nazarudin saat dikonfirmasi. Ia juga menyebut bahwa Hotma telah lama menderita sakit yang cukup serius. “Cuci darah,” tambahnya singkat.
Jenazah Hotma kemudian dibawa ke rumah duka di kawasan Jalan Antasari, Jakarta Selatan, untuk disemayamkan dan dilepas oleh keluarga serta rekan-rekan terdekat.
Baca Juga: Mengaku Sudah Damai, Tapi Wings Air Bersikeras Tempuh Jalur Hukum
Selama hidupnya, Hotma dikenal bukan hanya sebagai pengacara yang piawai di ruang sidang, tetapi juga sebagai sosok yang peduli terhadap keadilan bagi rakyat kecil.
Melalui LBH Mawar Saron, ia memperjuangkan suara mereka yang lemah dan tidak punya akses terhadap hukum.
Banyak orang yang mengenalnya sebagai pribadi yang keras dalam prinsip namun hangat saat berbicara tentang nilai-nilai kemanusiaan. Dan mungkin karena itu, pesan terakhirnya terasa begitu dalam.
“Jadilah pembawa damai,” bukan sekadar nasihat. Itu adalah cerminan dari perjalanan hidup seorang Hotma Sitompul yang telah melalui puluhan tahun perjuangan di dunia hukum. ***
Editor : Dwi Puspitarini