KALTIMPOST.ID, Nama Hotma Sitompul selama ini identik dengan ruang sidang, advokasi hukum, dan perkara besar di Indonesia.
Tapi siapa sangka, pria berdarah Batak ini juga memainkan peran penting dalam lanskap politik nasional.
Salah satu keterlibatan terbesarnya adalah saat ia bergabung dalam Tim Hukum Nasional (THN) pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) pada Pemilu Presiden 2024.
Bukan sekadar nama pelengkap, Hotma menjadi salah satu sosok senior yang memperkuat posisi hukum AMIN di tengah ketatnya persaingan politik.
Baca Juga: Pesan Terakhir Hotma Sitompul sebelum Meninggal Dunia Bikin Haru
Tim Hukum Nasional AMIN
Deklarasi Tim Hukum Nasional AMIN dilakukan pada 27 November 2023. Dalam acara itu, deretan nama besar dari kalangan hukum diperkenalkan ke publik.
Selain Hamdan Zoelva sebagai Ketua Dewan Penasihat, nama Hotma Sitompul disebut sebagai anggota kunci yang akan mengawal jalannya proses demokrasi dengan tajam namun berintegritas.
“Kami tidak akan gentar menghadapi tekanan apa pun, termasuk ancaman atau intimidasi,” tegas Hamdan Zoelva dalam deklarasi tersebut.
Tim ini dibentuk bukan sekadar untuk mendampingi kampanye, tetapi untuk memastikan bahwa hak konstitusional pasangan AMIN dan rakyat tidak dilanggar.
Baca Juga: Pengacara Top yang Pernah Lawan Hotman Paris Ini Meninggal Dunia, Ini Profil Lengkapnya
Mengapa Hotma Sitompul?
Hotma dikenal sebagai pendiri LBH Mawar Saron, lembaga bantuan hukum yang konsisten membela kelompok rentan dan masyarakat miskin.
Prinsip keadilan yang ia perjuangkan sejak awal kariernya sangat selaras dengan narasi perubahan yang dibawa pasangan AMIN.
Terlepas dari kontroversi yang kadang membayangi namanya, Hotma adalah pribadi yang keras terhadap ketidakadilan.
Ia percaya hukum bukan hanya urusan pasal, tapi soal keberpihakan terhadap mereka yang tertindas.
Baca Juga: Mengaku Sudah Damai, Tapi Wings Air Bersikeras Tempuh Jalur Hukum
Lebih dari Sekadar Advokat
Dalam tim hukum AMIN, peran Hotma tidak hanya sebatas menyusun strategi litigasi atau membela dalam sengketa pemilu.
Ia juga menjadi jembatan antara hukum dan suara rakyat. Ia menyuarakan isu-isu ketimpangan hukum yang selama ini membelenggu demokrasi Indonesia.
Hotma memahami bahwa pemilu di Indonesia tak lepas dari potensi pelanggaran hukum dan manipulasi.
Karena itulah, ia mengajak publik untuk lebih kritis, tidak mudah tunduk pada narasi dominan, dan memperjuangkan proses pemilu yang benar-benar jujur.
Baca Juga: Bukan Cuma Malas, Ini Alasan Kenapa Banyak Generasi Paling Online Justru Memilih Menyendiri
Warisan yang Tidak Hilang Meski Telah Tiada
Kepergian Hotma Sitompul pada 16 April 2025 di usia 58 tahun meninggalkan duka mendalam.
Namun, kiprahnya di dunia hukum dan politik tak akan lekang oleh waktu. Ia bukan hanya dikenang sebagai pengacara kondang, tapi juga sebagai sosok yang percaya bahwa hukum bisa menjadi alat perubahan.
Dalam salah satu pesannya yang dibagikan lewat unggahan LBH Mawar Saron, Hotma menulis, “Jadilah pembawa damai.” ***
Editor : Dwi Puspitarini