Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ternyata Ini Alasan Arab Saudi Mengagumi Jemaah Haji dari Indonesia

Dwi Puspitarini • Sabtu, 19 April 2025 | 18:22 WIB
Ilustrasi. Jamaah haji asal Indonesia saat tawaf di depan Ka’bah.
Ilustrasi. Jamaah haji asal Indonesia saat tawaf di depan Ka’bah.

KALTIMPOST.ID, Di tengah padatnya jutaan jemaah dari seluruh dunia yang datang ke Tanah Suci, ternyata ada hal yang membuat Indonesia dipandang istimewa oleh pemerintah Arab Saudi.

Meski menjadi negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia, Indonesia justru dikenal sebagai negara dengan tingkat pelanggaran paling rendah.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, membongkar rahasia ini dalam acara Bimbingan Manasik Haji Nasional 1446 H di Asrama Haji Pondok Gede, Sabtu (19/4/2025).

Ia menegaskan bahwa jemaah Indonesia adalah yang paling disiplin, paling tertib, dan paling jarang melanggar aturan di Tanah Suci.

 Baca Juga: Tanjakan Mazda Kembali Memakan Korban, Tabrak Truk Molen Pengendara Motor Tewas di Tempat

“Seperlima jemaah haji di dunia adalah dari Indonesia, jumlahnya terbesar. Tapi tingkat pelanggaran paling sedikit justru datang dari Indonesia,” ungkap Nasaruddin, seperti dikutip dari Antara.

Bukan hanya data formal, Nasaruddin bahkan mengaku pernah menyelidiki langsung ke penjara-penjara di Arab Saudi saat dirinya masih aktif sebagai anggota kelompok ahli di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Saya keliling penjara di Saudi Arabia. Saya cari orang Indonesia, tapi tidak ketemu. Padahal, warga negara asing yang paling banyak di Mekah itu orang Indonesia,” ucapnya dengan nada takjub.

 Baca Juga: Jumbo, Film Animasi Indonesia yang Bikin Studio Penuh dan Penonton Rela Nobar Naik Angkot

Hal ini membuat sipir-sipir penjara di sana pun heran. Bagaimana mungkin negara dengan jemaah terbanyak malah tidak pernah bikin onar? Bahkan jumlah warga Indonesia di Saudi disebut mencapai 2 juta jiwa.

“Saya tanya sipirnya. Dia bilang ini aneh. Orang Indonesia itu banyak sekali, tapi yang masuk penjara nyaris nggak ada,” tambah Nasaruddin.

Fakta ini, menurut Nasaruddin, menjadi bukti bahwa karakter dan budaya masyarakat Indonesia sangat menjunjung tinggi adab dan tertib dalam beribadah.

 Baca Juga: Petty Tunjungsari Ungkap Hal yang Tak Banyak Diketahui Soal Warisan Lagu Titiek Puspa

Tak hanya itu, pengelolaan haji Indonesia juga kini menjadi rujukan banyak negara lain, termasuk dari Afrika.

Mereka datang khusus untuk belajar bagaimana Indonesia bisa mengelola jutaan jemaah dengan begitu baik.

“Mereka heran, kok bisa pengelolaan hajinya tertib seperti itu. Ini karena budaya maritim kita, budaya gotong royong, yang sangat berbeda dengan budaya benua yang sosialnya bertingkat-tingkat,” paparnya.

Sebagai penutup, Nasaruddin mengingatkan para calon jemaah untuk menunaikan haji dengan niat yang murni, tanpa embel-embel duniawi.

 Baca Juga: 45 Ucapan Hari Kartini untuk Ibu yang Menyentuh Hati dan Penuh Cinta

Ia juga menekankan pentingnya memberi kesempatan kepada orang lain untuk berhaji, mengingat masih banyak yang belum pernah berangkat.

“Nabi Muhammad SAW saja hanya satu kali berhaji. Jangan berambisi haji berkali-kali. Satu kali haji yang mabrur, nilainya sama seperti tujuh kali haji,” pesannya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#arab saudi #indonesia #alasan Arab Saudi kagumi Indonesia #keunggulan jemaah haji RI #Jemaah Haji 2025 #jemaah haji indonesia #Menag Nasaruddin Umar