KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Paus Fransiskus meninggal dunia pada Senin (21/4/2025) pagi pukul 07.35 waktu Roma dalam usia 88 tahun. Paus Fransiskus telah memimpin Gereja Katolik sejak 2013, menandai lebih dari 12 tahun sebagai pemimpinnya belum meninggal dunia.
Selama kurun waktu tersebut, ia telah mematuhi berbagai tradisi keagamaan sambil memenuhi tugas-tugas spiritual dan administratifnya.
Apakah Paus Fransiskus Punya Istri?
Paus Fransiskus adalah seorang yang selibat, seperti halnya semua Paus yang ditahbiskan. Tradisi ini memastikan bahwa para pemimpin Gereja berfokus sepenuhnya pada tanggung jawab keagamaan dan komitmen spiritual mereka.
Paus Fransiskus tidak menikah dan meskipun Paus Fransiskus tidak memiliki anak, ia telah menyatakan keprihatinan yang mendalam terhadap kesejahteraan keluarga dan anak-anak di seluruh dunia.
Inisiatif dan Keyakinan Pribadi
Paus Fransiskus telah terlibat secara mendalam dengan isu-isu kaum muda, dengan menerbitkan buku anak-anak, Dear Pope Francis (2016), di mana ia menanggapi surat-surat dari anak-anak di seluruh dunia. Namun, ia memicu perdebatan pada tahun 2022 dengan mengkritik tren penggantian anak-anak dengan hewan peliharaan, menyebutnya sebagai tindakan yang egois.
Di usianya yang ke-86, Paus Fransiskus menghadapi tantangan kesehatan, termasuk baru-baru ini dirawat di rumah sakit karena infeksi pernapasan. Meskipun mengalami masalah-masalah ini, ia terus memenuhi tugas kepausannya dengan penuh dedikasi.
Pemimpin Gereja Katolik yang Rendah Hati
Kepemimpinan Paus Fransiskus ditandai oleh komitmennya terhadap tradisi, fokusnya pada kesejahteraan umat manusia, dan upayanya untuk terlibat dengan orang-orang dari segala usia dan latar belakang.
Paus Fransiskus, yang lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio, telah memikat dunia dengan sikapnya yang rendah hati, ajaran spiritual, dan aktivisme sosialnya.
Sebagai pemimpin Gereja Katolik, banyak orang bertanya-tanya tentang kehidupan pribadinya, khususnya tentang keberadaan seorang istri dan seorang anak perempuan.
Sumpah Selibat
Bertentangan dengan kepercayaan umum, Paus Fransiskus tidak memiliki istri atau anak kandung . Sebagai seorang pendeta, ia mengucapkan kaul selibat, yang berarti ia berkomitmen untuk tidak menikah dan memiliki anak agar dapat mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk melayani Gereja dan para pengikutnya.
Paus Fransiskus sering menekankan pilihannya untuk menjalani kehidupan yang dikhususkan bagi Gereja dan umat yang dilayaninya.
Dari Uskup Agung ke Kepausan
Paus Fransiskus naik takhta kepausan pada tanggal 13 Maret 2013, pada usia 76 tahun. Sebelum terpilih menjadi Paus, ia menjabat sebagai kardinal dan Uskup Agung Buenos Aires.
Pemilihannya sebagai paus mengejutkan banyak orang, karena ia tidak dianggap sebagai kandidat terdepan. Meskipun demikian, sifatnya yang rendah hati, perhatiannya terhadap kaum miskin, dan dedikasinya terhadap keadilan sosial mendapat simpati dari para kardinal yang memilihnya.
Putra Sulung dari Keluarga Besar
Paus Fransiskus bukan anak tunggal. Ia lahir pada 17 Desember 1936, di Buenos Aires, Argentina, sebagai putra tertua dari lima bersaudara dalam keluarga kelas menengah.
Saudara-saudaranya termasuk Alberto, Oscar, Marta, dan Maria Elena. Latar belakang keluarga ini memainkan peran penting dalam membentuk nilai-nilainya dan penekanannya pada pentingnya keluarga baik di dalam Gereja maupun masyarakat pada umumnya.
Hidup Sederhana
Sejalan dengan komitmennya terhadap kerendahan hati dan kesederhanaan, Paus tidak menerima gaji. Sebaliknya, Takhta Suci menyediakan semua kebutuhan dan tanggung jawabnya, termasuk perumahan, transportasi, dan dukungan yang cukup untuk pelayanannya.
Keuangan Vatikan sebagian besar berasal dari sumbangan, investasi, dan pendapatan yang dihasilkan oleh berbagai aset Vatikan.
Para Paus yang Melanggar Sumpah Selibat Mereka
Meskipun jarang bagi Paus untuk memiliki anak karena sumpah selibat, ada catatan sejarah tentang Paus yang memiliki anak. Paus Alexander VI, yang memerintah dari 1492 hingga 1503, memiliki beberapa anak.
Di antara mereka adalah Juan Borgia, yang juga dikenal sebagai Cesare Borgia, yang memainkan peran penting dalam Renaisans Italia dan politik Eropa pada masa itu.
Ketidakabsahan Juan Borgia menantang praktik selibat kepausan dan menimbulkan pertanyaan etika.
Paus Termuda Dalam Sejarah
Paus termuda dalam sejarah adalah Paus Benediktus IX, yang memangku jabatan kepausan pada usia 11 tahun pada tahun 1032. Meskipun masih muda, pemerintahan Paus Benediktus IX penuh gejolak, ditandai oleh korupsi dan skandal. Ia memegang dan melepaskan tahta kepausan pada tiga kesempatan terpisah, yang menyoroti kompleksitas politik saat itu.
Anak Haram Paus
Paus Julius II, yang dikenal sebagai Paus Prajurit, memiliki seorang putri tidak sah bernama Felice della Rovere. Felice lahir di luar nikah saat Julius II masih muda.
Meskipun keadaan seputar kelahirannya memengaruhi kepausan Julius II, ia tetap menjalin hubungan dekat dengan Felice dan memberinya dukungan finansial. Episode dalam sejarah kepausan ini menyoroti kompleksitas dan tantangan manusia yang dihadapi Gereja sepanjang sejarahnya yang panjang.
Meskipun Paus Fransiskus tidak memiliki istri atau anak perempuan, kisah pribadinya adalah kisah tentang dedikasi, pengorbanan, dan komitmen yang teguh terhadap perannya sebagai pemimpin spiritual Gereja Katolik.
Editor : Uways Alqadrie